kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.851   -49,00   -0,29%
  • IDX 8.013   77,56   0,98%
  • KOMPAS100 1.130   13,49   1,21%
  • LQ45 819   3,46   0,42%
  • ISSI 283   5,25   1,89%
  • IDX30 426   0,20   0,05%
  • IDXHIDIV20 512   -2,67   -0,52%
  • IDX80 126   1,21   0,97%
  • IDXV30 139   0,23   0,16%
  • IDXQ30 139   -0,40   -0,29%

Idealnya jumlah wirausaha 2% dari total penduduk


Jumat, 21 November 2014 / 16:31 WIB
Idealnya jumlah wirausaha 2% dari total penduduk
ILUSTRASI. Karyawan melintas dekat logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Jumlah wirausaha di Indonesia masih minim. Padahal pekerjaan ini paling potensial untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

Halim Alamsyah, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan, untuk menjadi negara yang sukses harus didukung dengan jumlah wirausaha yang memadai. Yakni  jumlah wirausahanya minimal harus 2% dari total penduduk.

“Di Indonesia masih kurang 0,35% penduduk yang harus terjun menjadi wirausaha untuk mencapai angka minimal itu,” kata Halim, pada acara Kebijakan Arah Pengembangan Kewirausahaan Indonesia, Jumat (21/11).

Menurut Halim, 0,35% itu bukanlah angka yang kecil jika dilihat total jumlah penduduk Indonesia yang sebanyak 240 juta. Namun begitu, BI akan terus mendorong pendirian wirausaha melalui aturan atau pembiayaan.

Halim mengatakan, ada delapan aspek untuk mencapai ekosistem wirausaha di Tanar Air. Diantaranya, pembiayaan, bisnis pendukung, sumber daya manusia, kebijakan, pasar, infrastruktur, penelitian dan pengembangan, serta budaya. “Dari sisi pengembangan, BI dan pemerintah akan membentuk pembiayaan dan aturan untuk mendukung ini,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×