kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Ical pun tak setuju gaji presiden naik


Kamis, 27 Januari 2011 / 20:37 WIB
Ical pun tak setuju gaji presiden naik


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tak hanya Megawati Soekarnoputri saja yang menolak kenaikan gaji Presiden SBY. Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical juga tegas menyatakan penolakannya.

Melalui pernyataannya melalui situs Partai Golkar, http://www.golkar.or.id, Ical menyatakan rencana pemerintah menaikkan gaji presiden dan sekitar 8.000 pejabat negara lainnya tidak tepat dilakukan sekarang. Ical beralasan, rakyat sedang tertimpa banyak kesusahan, beragam bencana alam dan kondisi ekonomi yang tidak terlalu baik.

"Kenaikan rasanya tidak tepat jika dilakukan sekarang. Sebaiknya kita tundalah sampai pada waktu yang tepat," kata Aburizal usai memberikan bantuan pada warga korban erupsi Gunung Bromo di Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Ia memaklumi, perlunya kenaikan gaji presiden dan pejabat negara lainnya. Bahkan, kata Ical, rencana kenaikan gaji itu sudah lama direncanakan. "Bukan sesuatu yang tiba-tiba," ujarnya.

Akan tetapi, untuk menaikkan gaji presiden saat ini kondisinya memang kurang memungkinkan.

"Maka, saya imbau pemerintah untuk menunda rencana itu sampai pada waktu yang tepat nantinya," ujarnya. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×