kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   43,97   0,71%
  • KOMPAS100 821   8,37   1,03%
  • LQ45 632   11,46   1,85%
  • ISSI 218   0,35   0,16%
  • IDX30 361   6,18   1,74%
  • IDXHIDIV20 447   10,28   2,35%
  • IDX80 95   1,07   1,14%
  • IDXV30 123   1,84   1,51%
  • IDXQ30 117   2,27   1,98%

Ical pun tak setuju gaji presiden naik


Kamis, 27 Januari 2011 / 20:37 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tak hanya Megawati Soekarnoputri saja yang menolak kenaikan gaji Presiden SBY. Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical juga tegas menyatakan penolakannya.

Melalui pernyataannya melalui situs Partai Golkar, http://www.golkar.or.id, Ical menyatakan rencana pemerintah menaikkan gaji presiden dan sekitar 8.000 pejabat negara lainnya tidak tepat dilakukan sekarang. Ical beralasan, rakyat sedang tertimpa banyak kesusahan, beragam bencana alam dan kondisi ekonomi yang tidak terlalu baik.

"Kenaikan rasanya tidak tepat jika dilakukan sekarang. Sebaiknya kita tundalah sampai pada waktu yang tepat," kata Aburizal usai memberikan bantuan pada warga korban erupsi Gunung Bromo di Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Ia memaklumi, perlunya kenaikan gaji presiden dan pejabat negara lainnya. Bahkan, kata Ical, rencana kenaikan gaji itu sudah lama direncanakan. "Bukan sesuatu yang tiba-tiba," ujarnya.

Akan tetapi, untuk menaikkan gaji presiden saat ini kondisinya memang kurang memungkinkan.

"Maka, saya imbau pemerintah untuk menunda rencana itu sampai pada waktu yang tepat nantinya," ujarnya. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×