kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Ical pun tak setuju gaji presiden naik


Kamis, 27 Januari 2011 / 20:37 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tak hanya Megawati Soekarnoputri saja yang menolak kenaikan gaji Presiden SBY. Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical juga tegas menyatakan penolakannya.

Melalui pernyataannya melalui situs Partai Golkar, http://www.golkar.or.id, Ical menyatakan rencana pemerintah menaikkan gaji presiden dan sekitar 8.000 pejabat negara lainnya tidak tepat dilakukan sekarang. Ical beralasan, rakyat sedang tertimpa banyak kesusahan, beragam bencana alam dan kondisi ekonomi yang tidak terlalu baik.

"Kenaikan rasanya tidak tepat jika dilakukan sekarang. Sebaiknya kita tundalah sampai pada waktu yang tepat," kata Aburizal usai memberikan bantuan pada warga korban erupsi Gunung Bromo di Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Ia memaklumi, perlunya kenaikan gaji presiden dan pejabat negara lainnya. Bahkan, kata Ical, rencana kenaikan gaji itu sudah lama direncanakan. "Bukan sesuatu yang tiba-tiba," ujarnya.

Akan tetapi, untuk menaikkan gaji presiden saat ini kondisinya memang kurang memungkinkan.

"Maka, saya imbau pemerintah untuk menunda rencana itu sampai pada waktu yang tepat nantinya," ujarnya. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×