kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Hingga 1 Mei, ada 5.700 pekerja migran Indonesia yang tiba di Bandara Soekarno Hatta


Minggu, 03 Mei 2020 / 08:25 WIB
ILUSTRASI. Penumpang berada di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang,


Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat ada sebanyak 5.700 pekerja migran dan anak buah kapal (ABK) asal Indonesia telah tiba di Tanah Air melalui Bandara Soekarno-Hatta hingga 1 Mei 2020. 

Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait pemulangan para WNI ini dari luar negeri. 

“Bandara Soekarno-Hatta siaga 24 jam untuk melayani penebangan repatriasi dan menyambut kepulangan WNI di Tanah Air. Kami berkoordinasi intensif dengan kementerian terkait antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan serta pemerintah propinsi asal WNI yang pulang dengan penerbangan repatriasi,” ujar Awaluddin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/5). 

Baca Juga: Lion Air Group secara mendadak batalkan penerbangan besok

Menurut Awaluddin, ke depannya masih lagi sejumlah penerbangan repatriasi WNI yang tiba di Soekarno-Hatta dari sejumlah negara. 

“Selain menjadi titik pusat kedatangan kargo dan logistik  berupa bantuan Alat Alat Kesehatan, Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga menjadi tujuan utama penerbangan repatriasi WNI. Seluruh proses kami pastikan berjalan lancar sehingga Indonesia bisa menghadapi tantangan Covid-19 ini dengan baik,” kata Awaluddin. 




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×