kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Hatta: Larangan mengeluarkan kebijakan strategis tak akan mengganggu ekonomi


Rabu, 12 Oktober 2011 / 23:07 WIB
ILUSTRASI. Warga memakai masker saat melintasi di Jl Mangkubumi, Yogyakarta, Senin (6/4/2020). Cuaca hari ini di Jawa dan Bali cerah berawan hingga berawan juga hujan, menurut prakiraan BMKG.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Menteri koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, perintah larangan mengeluarkan kebijakan strategis kepada setiap menteri hingga proses reshuffle selesai oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak bakal mengganggu kondisi ekonomi.

"Tidak akan mengganggu karena kondisi ekonomi kita baik, kinerja IHSG juga baik," katanya di Komplek Istana Negara, Rabu (12/10) malam.

Lebih lanjut, Hatta memaparkan, keputusan SBY mengeluarkan surat edaran tersebut mengisyaratkan bakal ada sesuatu yang akan disampaikan ke masyarakat. Namun sayang, Hatta mengaku tidak tahu kapan hal tersebut disampaikan SBY kepada masyarakat. "Kalau itu saya tidak tahu, jadi betul-betul saya tidak akan melampaui kewenangan saya," katanya.

Sebagaimana diketahui, SBY mengeluarkan perintah supaya seluruh jajaran menteri di Kabinet Indonsia Bersatu Jilid II untuk tidak mengeluarkan kebijakan strategis sampai batas waktu reshuffle pada 20 Oktober mendatang.

Perintah tersebut mulai efektif hari ini (12/10). Pengertian kebijakan strategis yang dimaksud seperti penerbitan Peraturan Pemerintah (Permen) serta aturan lainnya yang sifatnya internal Kementerian.

Namun, perintah ini tidak berlaku untuk pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) dan penyusunan RAPBN atau lainnya yang melibatkan lembaga negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×