kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Hati-hati, Debt Service Ratio (DSR) Tahun 2023 Mungkin Bengkak hingga 30%


Senin, 24 Oktober 2022 / 19:21 WIB
ILUSTRASI. Rasio pembayaran utang atau debt to service ratio (DSR) pada tahun 2023 berpotensi meningkat.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rasio pembayaran utang atau debt to service ratio (DSR) pada tahun 2023 berpotensi meningkat. Hal ini seiring dengan meningkatnya ketidakpastian global yang juga berpengaruh pada Indonesia. 

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira memperkirakan, DSR Indonesia pada tahun depan akan berada di kisaran 25% hingga 30%, atau naik dari posisi akhir yang dicatat oleh Bank Indonesia (BI) pada tahun 2021, yaitu sebesar 21,71%. 

“Kondisi tahun 2023 cukup dinamis, ada game changer dari moderasi harga komoditas, pelebaran defisit APBN, pelemahan kurs rupiah, hingga tekanan naiknya suku bunga, dan ketidakpastian global. Ini menjadi tambahan beban kemampuan membayar utang,” terang Bhima kepada Kontan.co.id, Senin (24/10). 

Baca Juga: Berikhtiar untuk Menyelamatkan Ekonomi RI dari Ancaman Resesi

Bhima juga menekankan, kondisi tahun 2023 nanti akan sangat berbeda dengan kondisi 2021 maupun 2022. Pada tahun lalu dan tahun ini, Indonesia mendapatkan windfall profit dari kenaikan harga komoditas. 

Tambahan devisa dari sektor komoditas dan moncernya ekspor, mendorong DSR sempat mengalami penurunan pada tahun 2021. Dari sisi anggaran pemerintah pun, sampai saat ini penambahan utang luar negeri cenderung melambat karena kinerja APBN terus surplus. 

Namun, pada tahun 2023, dengan ketidakpastian yang terjadi, maka pemerintah berlu sangat berhati-hati dalam menjaga kemampuan membayar utang. 

“Yang terpenting, fundamental ekonomi dijaga, dari sisi industri bernilai tambah dan berorientasi ekspor perlu didorong. Pemerintah juga perlu menerapkan disiplin fiskal untuk mengendalikan DSR,” tandas Bhima. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×