kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.963   51,00   0,28%
  • IDX 6.027   -44,02   -0,73%
  • KOMPAS100 778   -6,50   -0,83%
  • LQ45 596   -4,88   -0,81%
  • ISSI 209   -1,63   -0,77%
  • IDX30 330   -2,59   -0,78%
  • IDXHIDIV20 421   -3,15   -0,74%
  • IDX80 89   -0,76   -0,84%
  • IDXV30 114   -0,62   -0,54%
  • IDXQ30 108   -0,54   -0,50%

Hasil rapid test negatif, tak menjamin terbebas dari virus corona covid, kok bisa?


Rabu, 25 Maret 2020 / 10:36 WIB
ILUSTRASI. A patient does a test check at a coronavirus disease (COVID-19) test center set up outside a doctor's office of a general practitioner in a tent at Berlin's Reinickendorf district, Germany, March 23, 2020. REUTERS/Fabrizio Bensch TPX IMAGES OF THE DAY


Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

Selanjutnya kalau hasil tes cepat itu menyatakan seseorang positif, maka bisa diyakini bahwa pasien sedang terinfeksi oleh virus. 

Tetapi kalau hasil negatif dua kali, maka bisa diyakini bahwa yang bersangkutan tidak terinfeksi oleh virus karena tidak ada antibodi dalam tubuhnya. Artinya masih sangat mungkin untuk terinfeksi apabila mengabaikan upaya-upaya untuk pencegahan.

Baca Juga: Perlukah Lockdown?

Sementara dari jika hasil pemeriksaan rapid test mendapati pasien positif, maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan anti gen, melalui pemeriksaan sweep dan Polymerase Chain Reaction (PCR) di laboratorium untuk mengetahui jenis virus.

Sekalipun pemeriksaaan pertama negetif, Yurianto maka tetap meminta pasien untuk menjaga jarak fisik alam berkomuniukasi sosial agar tidak terjadi penularan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×