kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Hasil rapid test negatif, tak menjamin terbebas dari virus corona covid, kok bisa?


Rabu, 25 Maret 2020 / 10:36 WIB
ILUSTRASI. A patient does a test check at a coronavirus disease (COVID-19) test center set up outside a doctor's office of a general practitioner in a tent at Berlin's Reinickendorf district, Germany, March 23, 2020. REUTERS/Fabrizio Bensch TPX IMAGES OF THE DAY


Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

Selanjutnya kalau hasil tes cepat itu menyatakan seseorang positif, maka bisa diyakini bahwa pasien sedang terinfeksi oleh virus. 

Tetapi kalau hasil negatif dua kali, maka bisa diyakini bahwa yang bersangkutan tidak terinfeksi oleh virus karena tidak ada antibodi dalam tubuhnya. Artinya masih sangat mungkin untuk terinfeksi apabila mengabaikan upaya-upaya untuk pencegahan.

Baca Juga: Perlukah Lockdown?

Sementara dari jika hasil pemeriksaan rapid test mendapati pasien positif, maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan anti gen, melalui pemeriksaan sweep dan Polymerase Chain Reaction (PCR) di laboratorium untuk mengetahui jenis virus.

Sekalipun pemeriksaaan pertama negetif, Yurianto maka tetap meminta pasien untuk menjaga jarak fisik alam berkomuniukasi sosial agar tidak terjadi penularan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×