kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Harga LPG 12 Kg Naik, Kadin: Ada Dampak Tambahan ke Inflasi


Minggu, 19 April 2026 / 19:06 WIB
Harga LPG 12 Kg Naik, Kadin: Ada Dampak Tambahan ke Inflasi
ILUSTRASI. Kadin menyebut kenaikan harga LPG 12 kilogram akan memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi. (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga telah menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi ukuran 12 kilogram hingga 18,75%. Harga LPG 12 kilogram kini menjadi Rp 228.000 per tabung, dari yang sebelumnya hanya berharga Rp192.000.

Kenaikan harga tersebut berlaku untuk wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin, Erwin Aksa turut mengungkapkan dampak inflasi dari harga LPG 12 kilogram yang terbaru. 

Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Tekan Daya Beli, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tertahan

Erwin menyebut kenaikan harga LPG 12 kilogram akan memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi dalam negeri.

"Pertama, dampak langsung ke kelompok konsumsi rumah tangga, khususnya kelas menengah yang menggunakan elpiji nonsubsidi," ujar Erwin Aksa kepada Kontan, Minggu (19/4/2026).

Erwin menuturkan bahwa dampak kenaikan harga LPG 12 kilogram juga dirasakan oleh sektor perusahaan. Pengusaha akan merasakan dampak kenaikan biaya produksi akibat harga LPG 12 kilogram naik.

"Dampak  tidak langsung melalui kenaikan biaya produksi sektor usaha seperti makanan-minuman, UMKM, dan jasa, yang pada akhirnya akan diteruskan ke harga jual," ungkapnya.

Baca Juga: Harga BBM dan LPG Non-Subsidi Naik, Tekanan Inflasi Diprediksi Meningkat

Sehingga, Erwin menyebut dampak kenaikan harga LPG 12 kilogram harus segera diantisipasi dari berbagai sektor, khususnya pengusaha.

"Efeknya bersifat cost-push inflation, yang jika tidak dikendalikan dapat memperluas tekanan harga di berbagai sektor," jelas politisi Partai Golkar itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×