kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.180   21,00   0,12%
  • IDX 5.105   48,15   0,95%
  • KOMPAS100 659   7,25   1,11%
  • LQ45 519   3,87   0,75%
  • ISSI 170   1,07   0,63%
  • IDX30 292   1,94   0,67%
  • IDXHIDIV20 392   0,63   0,16%
  • IDX80 76   0,79   1,05%
  • IDXV30 110   0,33   0,30%
  • IDXQ30 98   -0,22   -0,22%

Harga komoditas meroket, neraca dagang diperkirakan masih surplus


Kamis, 14 Oktober 2021 / 17:27 WIB
ILUSTRASI. Suasana saat pekerja beraktivitas di tempat penumpukan sementara batu bara, Muarojambi, Jambi, Rabu (1/7/2020). Harga komoditas meroket, neraca dagang diperkirakan masih surplus.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Selain itu, kinerja impor yang meningkat juga dipengaruhi oleh harga minyak yang meningkat 82% yoy pada September 2021. 

Meski demikian, Faisal memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) di keseluruhan tahun 2021 akan rendah, atau di bawah 1,00% Produk Domestik Bruto (PDB). 

Padahal, sebelumnya Faisal memperkirakan CAD di sepanjang 2021 akan berada di kisaran 1,06% PDB. 

“Kami melihat harga komoditas yang tinggi masih akan bertahan hingga akhir 2021. Ini akan mendukung kinerja ekspor Indonesia, sehingga ada potensi CAD akan turun dari perkiraan sebelumnya,” tandas Faisal. 

Selanjutnya: Neraca Dagang September Masih Bisa Surplus Lagi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×