kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.956   109,00   0,61%
  • IDX 5.889   -305,94   -4,94%
  • KOMPAS100 780   -43,96   -5,33%
  • LQ45 591   -28,72   -4,64%
  • ISSI 204   -10,98   -5,12%
  • IDX30 335   -14,44   -4,13%
  • IDXHIDIV20 414   -13,76   -3,21%
  • IDX80 89   -4,95   -5,29%
  • IDXV30 113   -4,58   -3,90%
  • IDXQ30 109   -3,81   -3,39%

Harga BBM bersubsidi dipastikan tak naik tahun ini


Senin, 26 Mei 2014 / 21:59 WIB
ILUSTRASI. Manfaat jengkol untuk kesehatan.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah lebih memilih mengendalikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan mengurangi volume, bukan dengan menaikkan harga.

Hal ini berbeda dengan tahun lalu, ketika pemerintah mengendalikan anggaran subsidi BBM dengan menaikkan harga BBM bersubsidi.

“Tahun lalu langkah kita dengan menaikkan harga BBM, jadi sedikit banyak itu kan terkompensasi. Sekarang kan dengan situasi politik begini tidak mudah naikin harga. Karena tidak mudah naikin harga, opsinya ada di volume, tapi volume kembali lagi ke Kementerian ESDM (wewenangnya),” ujar Menteri Keuangan, Chatib Basri, Senin (26/5).

Sebagaimana diketahui, anggaran subsidi BBM, LPG dan BBN naik dari Rp 210,7 triliun, menjadi Rp 285 triliun dalam RAPBN-Perubahan 2014. Sementara itu, subsidi listrik naik dari Rp 71,4 triliun menjadi Rp 107,1 triliun.

Chatib memaparkan, dengan naiknya volume subsidi BBM menjadi 48 juta kiloliter, dengan asumsi rupiah sama dengan tahun lalu, maka penambahan anggaran subsidinya sebesar Rp 74 triliun. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×