kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   97,00   0,54%
  • IDX 6.028   -167,89   -2,71%
  • KOMPAS100 799   -25,80   -3,13%
  • LQ45 602   -17,15   -2,77%
  • ISSI 209   -5,73   -2,67%
  • IDX30 341   -8,18   -2,34%
  • IDXHIDIV20 421   -7,14   -1,67%
  • IDX80 91   -2,96   -3,16%
  • IDXV30 115   -2,21   -1,88%
  • IDXQ30 110   -2,21   -1,97%

Libur, Pemerintah kaji larangan pakai BBM subsidi


Kamis, 22 Mei 2014 / 10:53 WIB
ILUSTRASI. Promo Indomaret Spesial Akhir Tahun Periode sampai 31 Desember 2022.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Satu lagi terobosan yang akan dilakukan pemerintah untuk mengelola pembengkakan belanja subsidi bahan Bakar Minyak (BBM). Setelah mengeluarkan kebijakan mobil ramah lingkungan alias low cost green car (LCGC), kali ini pemerintah akan melarang penggunaan BBM bersubsidi di hari libur.

Seperti yang dikutip KONTAN dari website resmi pemerintah www.setgab.go.id, kebijakan itu dikaji untuk mengurangi konsumsi BBM bersubsidi oleh masyarakat. "Dengan demikian, masyarakat mesti beli BBM non-subsidi, atau diam di rumah," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik.

Seperti diketahui konsumsi BBM bersubsidi menjadi pekerjaan pemerintah, karena jumlahnya yang terus meningkat. Bahkan, untuk tahun 2014 ini belanja subsidi pemerintah diperkirakan akan meleset dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014.

Untuk itu, pemerintah telah mengajukan APBN Perubahan 2014. Dalam APBN Perubahan tersebut belnja subsidi meningkat jadi membengkak Rp74,3 triliun dari Rp210,7 triliun menjadi Rp285 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×