kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Harga jatuh, Kementan janji lakukan afkir dini induk ayam usia di atas 55 minggu


Rabu, 29 Januari 2020 / 18:31 WIB
ILUSTRASI. Harga Eceran Tertinggi Daging Ayam Naik: Peternak ayam di kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2).


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan akan melakukan afkir dini terhadap induk ayam usia di atas 55 minggu untuk menekan kelebihan suplai agar harga ayam pedaging kembali naik sesuai dengan Harga Pokok Produksi (HPP) yakni Rp 18.000 per kilogram (kg).

Kementan berharap kebijakan afkir dini terhadap indukan kelas Parent Stock (PS) berumur di atas 55 minggu tersebut dapat mengurangi stok ayam sehari (daily old Chicken/DOC).

Baca Juga: Harga ayam masih jatuh, Pinsar Indonesia desak pemerintah lakukan afkir dini

"Dalam rangka menjaga stabilisasi supply dan demand ayam ras," ujar Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementeria  Pertanian, Sugiono saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (29/9/1). 

Sugiono menjelaskan, saat ini harga ayam hidup sudah beranjak naik. Menurut catatan Kementan, harga ayam hidup sudah mencapai Rp 16.000 per kilogram (kg) hingga 17.000 per kg. Sebelumnya harga ini sempat jatuh di harga Rp 13.000 per kg.

Baca Juga: Ini upaya Kementan untuk menstabilkan harga ayam




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×