kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.008   36,00   0,21%
  • IDX 7.022   -114,92   -1,61%
  • KOMPAS100 967   -21,57   -2,18%
  • LQ45 714   -14,61   -2,01%
  • ISSI 244   -4,92   -1,97%
  • IDX30 388   -4,33   -1,10%
  • IDXHIDIV20 485   -2,12   -0,43%
  • IDX80 109   -2,57   -2,31%
  • IDXV30 132   0,44   0,33%
  • IDXQ30 126   -0,69   -0,54%

Harga jatuh, Kementan janji lakukan afkir dini induk ayam usia di atas 55 minggu


Rabu, 29 Januari 2020 / 18:31 WIB
Harga jatuh, Kementan janji lakukan afkir dini induk ayam usia di atas 55 minggu
ILUSTRASI. Harga Eceran Tertinggi Daging Ayam Naik: Peternak ayam di kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2).


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan akan melakukan afkir dini terhadap induk ayam usia di atas 55 minggu untuk menekan kelebihan suplai agar harga ayam pedaging kembali naik sesuai dengan Harga Pokok Produksi (HPP) yakni Rp 18.000 per kilogram (kg).

Kementan berharap kebijakan afkir dini terhadap indukan kelas Parent Stock (PS) berumur di atas 55 minggu tersebut dapat mengurangi stok ayam sehari (daily old Chicken/DOC).

Baca Juga: Harga ayam masih jatuh, Pinsar Indonesia desak pemerintah lakukan afkir dini

"Dalam rangka menjaga stabilisasi supply dan demand ayam ras," ujar Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementeria  Pertanian, Sugiono saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (29/9/1). 

Sugiono menjelaskan, saat ini harga ayam hidup sudah beranjak naik. Menurut catatan Kementan, harga ayam hidup sudah mencapai Rp 16.000 per kilogram (kg) hingga 17.000 per kg. Sebelumnya harga ini sempat jatuh di harga Rp 13.000 per kg.

Baca Juga: Ini upaya Kementan untuk menstabilkan harga ayam




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×