kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.960   33,00   0,18%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

Harapan Sri Mulyani saat temui lembaga pemeringkat


Selasa, 25 April 2017 / 10:22 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Dalam kunjungannya ke Washington DC, Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri Pertemuan Musim Semi International Monetary Fund (IMF) dan World Bank atau IMF-World Bank Spring Meeting 21-23 April 2017 lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga melakukan pertemuan dengan lembaga pemeringkat utang.

Menurut Sri Mulyani, pertemuan itu ditujukan untuk menjelaskan kebijakan ekonomi Indonesia, khususnya, terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Sehingga Indonesia bisa memberikan pandangan dan data yang faktual agar kita bisa mendapatkan asesmen yang baik," kata Sri Mulyani yang dikutip dari Youtube Channel Kementerian Keuangan (Kemkeu), Senin (25/4).

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini tinggal lembaga pemerigkat kredit internasional Standard and Poor's (S&P) yang belum menaikkan peringkat kredit Indonesia menjadi layak investasi (investment grade). Lembaga lainnya seperti Fitch Ratings, Moody's, dan Japan Rating Agency telah menempatkan utang Indonesia di level investment grade.

Bahkan, ketiganya juga telah menaikkan outlook peringkat utang Indonesia dari sebelumnya 'stable' menjadi 'positive'.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×