kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Haji Lulung minta aset Pemprov DKI Jakarta dirinci


Minggu, 22 Juli 2018 / 12:27 WIB
Haji Lulung minta aset Pemprov DKI Jakarta dirinci
ILUSTRASI. Haji Lulung


Reporter: Kiki Safitri | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Abraham Lunggana alias Haji Lulung meminta  Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) merinci aset-aset yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta. Terutama aset yang belum tercatat dan dibakukan.

Lulung menyebutkan, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dengan jumlah aset di DKI Jakarta selama ini tidak ditindaklanjuti. Diketahui bahwa BPK menemukan sekitar 6.000 aset milik Pemprov DKI yang belum dibakukan.

"Ya harus didetailkan karena ini bagian dari temuan BPK yang harus kita tindaklanjuti. Yang lalu-lalu, yang kami perhatikan bahwa temuan BPK tidak ditindaklanjutin" kata Lulung di Monas Jakarta Pusat, Minggu (21/7).

Lulung menambahkan, 6.000 aset Pemprov DKI hasil temuan BPK yang belum ditindaklanjuti harus dirinci satu persatu. Ia mengungkapkan, sejauh ini pencatatan aset tersebut sudah hampir rampung. Hanya saja ia belum bisa memastikan kapan pembakuan aset ini akan selesai.

"Jadi kita harapkan ini semua akan ditindaklanjuti dan merupakan komitmen kami. Karena masing-masing kepala dinas dan kepala badan menandatangani komitmen bahwa mereka harus menindaklanjuti temuan-temuan BPK yang mayoritasnya adalah aset," imbuh Lulung.

Kata Lulung, aset yang belum dibakukan jumlahnya sudah tidak banyak lagi. Informasi yang ia peroleh, sisa pencatatan aset milik Pemprov DKI sejauh ini tinggal kurang dari 20%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×