kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Tersebar di 166 Titik, Berhasil Tampung 15.954 Siswa


Senin, 12 Januari 2026 / 13:52 WIB
Gus Ipul: Sekolah Rakyat Tersebar di 166 Titik, Berhasil Tampung 15.954 Siswa
ILUSTRASI. Menteri Sosial Gus Ipul (Tribunnews/Jeprima) Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melaporkan perkembangan sekolah rakyat yang mencapai 166 titik di 34 Provinsi di Indonesia. ?


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melaporkan perkembangan sekolah rakyat yang mencapai 166 titik di 34 Provinsi di Indonesia. 

Gus Ipul mengatakan bahwa seluruh sekolah rakyat ini telah menampung 15.954 siswa, 2.218 guru dan 4.889 tenaga pendidikan. 

Gus Ipul menegaskan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, sekolah menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memotong rantai kemiskinan. 

"Biasanya anak orang miskin, anaknya miskin. Kita harus berani mengubah, kita tidak boleh menyerah pada keadaan," kata Gus Ipul dalam peremian 166 titik Sekolah Rakyat dipantau secara daring, Senin (12/1/2026). 

Baca Juga: Pendapatan Daerah pada 2025 Menyusut, Kemenkeu Ingatkan PR Berat Daerah

Gus Ipul mengatakan sekolah rakyat ini di design untuk menjangkau anak-anak yang terlahir dari keluarga yang paling tidak mampu. 

Kemensos mencatat 60% orang tua dari anak-anak yang belajar di Sekolah Rakyat merupakan mereka yang bekerja sebagai buruh harian lepas, petani, nelayan hingga pemulung. 

Kemudian 67% dari mereka adalah yang berpenghasilan dibawah 1 juta per bulan, 65% memiliki tanggungan keluarga di atas 4 orang. 

Lebih dari itu, 454 siswa sekolah rakyat berasal dari mereka yang tidak atau belum pernah mengeyam bangku pendidikan. Selanjutnya, 298 siswa sekolah rakyat sebelumnya mengalami putus sekolah atau tidak lulus sekolah dan sebagian dari mereka bahkan sudah bekerja di usia yang sangat muda. 

"Kami juga menemukan kenyataan yang lebih sunyi, banyak anak berasal dari keluarga dengan orang tua tunggal dan bahkan mengalami kekerasan dalam rumah tangga," ungkap Mensos. 

Baca Juga: Dana Pemda Mengendap di Bank Tembus Rp 218 Triliun, Ini Arahan Prabowo!

Selanjutnya: Motor Melintas di Tol Dalam Kota, Diskresi Dirlantas Imbas Banjir di Sunter

Menarik Dibaca: Promo Paket Gokana Hebat Mulai Rp 99 Ribu, Makan Bertiga Jadi Lebih Hemat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×