kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Gunung Slamet meletus 8 kali dalam sehari


Jumat, 08 Agustus 2014 / 11:00 WIB
Gunung Slamet meletus 8 kali dalam sehari
ILUSTRASI. Daun sirih bermanfaat mengobati diare.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

PEMALANG. Gunung Slamet yang mencakup lima kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Brebes, Tegal, Pemalang, Purbalingga dan Banyumas terus mengalami peningkatan kegempaan dan letusan abu vulkanik.

Peningkatan aktivitas ini sudah terjadi sejak empat hari lalu atau hari Selasa (5/8). Data dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Pemalang, Jawa Tengah, menyebutkan, dalam 24 jam terakhir hingga Jumat (8/8) pukul 06.00 WIB tercatat 394 gempa embusan, 54 gempa letusan, satu kali tremor harmonik, dan delapan kali letusan abu vulkanik.

Menurut Sukedi selaku petugas Pos Pengamatan Gunung Slamet mengungkapkan, aktivitas Gunung Slamet meski didominasi ratusan gempa embusan namun kondisinya masih fluktuatif.

“Meski ada kecenderungan kenaikan aktivitas dalam beberapa hari terakhir namun kondisinya masih fluktuatif atau masih bisa berubah naik turun sewaktu-waktu,” ungkap Sukedi, Jumat (8/8/2014).

Selain gempa dan letusan disertai abu vulkanik, Gunung Slamet dalam beberapa hari terakhir mengeluarkan suara dentuman keras dan lava pijar yang kerap terjadi pada malam hari. Dentuman keras bahkan terdengar hingga radius 10 kilometer dari puncak gunung.

“Meski ada suara dentuman dan sesekali mengeluarkan lava pijar, kepada seluruh warga agar beraktivitas seperti biasa saja dan jangan mendekati radius dua kilometer dari puncak,” kata Sukedi.

Hingga kini, gunung terbesar di pulau jawa ini masih berstatus waspada. Sukedi mengimbau untuk seluruh pendaki tidak nekat naik ke puncak gunung untuk melakukan pendakian. (Ari Himawan Sarono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×