kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Gunung Slamet meletus 8 kali dalam sehari


Jumat, 08 Agustus 2014 / 11:00 WIB
Gunung Slamet meletus 8 kali dalam sehari
ILUSTRASI. Daun sirih bermanfaat mengobati diare.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

PEMALANG. Gunung Slamet yang mencakup lima kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Brebes, Tegal, Pemalang, Purbalingga dan Banyumas terus mengalami peningkatan kegempaan dan letusan abu vulkanik.

Peningkatan aktivitas ini sudah terjadi sejak empat hari lalu atau hari Selasa (5/8). Data dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Pemalang, Jawa Tengah, menyebutkan, dalam 24 jam terakhir hingga Jumat (8/8) pukul 06.00 WIB tercatat 394 gempa embusan, 54 gempa letusan, satu kali tremor harmonik, dan delapan kali letusan abu vulkanik.

Menurut Sukedi selaku petugas Pos Pengamatan Gunung Slamet mengungkapkan, aktivitas Gunung Slamet meski didominasi ratusan gempa embusan namun kondisinya masih fluktuatif.

“Meski ada kecenderungan kenaikan aktivitas dalam beberapa hari terakhir namun kondisinya masih fluktuatif atau masih bisa berubah naik turun sewaktu-waktu,” ungkap Sukedi, Jumat (8/8/2014).

Selain gempa dan letusan disertai abu vulkanik, Gunung Slamet dalam beberapa hari terakhir mengeluarkan suara dentuman keras dan lava pijar yang kerap terjadi pada malam hari. Dentuman keras bahkan terdengar hingga radius 10 kilometer dari puncak gunung.

“Meski ada suara dentuman dan sesekali mengeluarkan lava pijar, kepada seluruh warga agar beraktivitas seperti biasa saja dan jangan mendekati radius dua kilometer dari puncak,” kata Sukedi.

Hingga kini, gunung terbesar di pulau jawa ini masih berstatus waspada. Sukedi mengimbau untuk seluruh pendaki tidak nekat naik ke puncak gunung untuk melakukan pendakian. (Ari Himawan Sarono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×