kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Gubernur BI: tunggu keputusan pemerintah dan DPR


Jumat, 07 Juni 2013 / 15:18 WIB
ILUSTRASI. Hasil survei SMRC menunjukkan, tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden Jokowi mencapai 71,7%.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo enggan mengomentari dampak dari rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhadap inflasi. "Saya akan memberikan pendapat pada waktu yang tepat. Nanti saja kita lihat pembahasan dulu," ujar Agus kepada wartawan, Jumat (7/6).

Agus juga enggan menyebut kapan waktu yang tepat bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM untuk menekan lonjakan inflasi. Ia hanya bilang, BI akan terus mengikuti diskusi kebijakan tersebut bersama pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Tentu ada koordinasi dan pembahasan yang sedang dilakukan dengan pemerintah dan DPR," ucapnya.

Dia menambahkan, seyogianya semua pihak menunggu keputusan dari pemerintah dan DPR pada 17 Juni pekan depan. "Jangan sampai kita sudah bereaksi sebelum kebijakan itu (kenaikan harga BBM) dilakukan. Ingat ya tahun lalu kita sudah ramai, ternyata harga BBM tidak gak naik," imbuhnya.

Meski begitu, Agus menyadari bahwa perubahan harga BBM pasti berdampak terhadap laju inflasi. Itu sebabnya, dia menilai, harus ada masyarakat miskin yang mendapat perhatian dari pemerintah meskipun hanya sesaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×