kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Gibran: Anak Muda Diremehkan Itu Sudah Biasa


Senin, 25 Desember 2023 / 07:54 WIB
Gibran: Anak Muda Diremehkan Itu Sudah Biasa
ILUSTRASI. Calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menyampaikan gagasannya saat debat calon wakil presiden Pemilu 2024 di JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023). Debat kedua Pemilu 2024 diikuti tiga cawapres yang mengangkat tema ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, investasi pajak, perdagangan, pengelolaan APBN/APBD, infrastruktur, dan perkotaan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/rwa.


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menyadari anak muda memang kerap dianggap remeh.  

Hal itu disampaikan Gibran saat bertemu dengan influencer dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (24/12/2023).

Putra sulung Presiden Joko Widodo itu pun meminta generasi muda untuk bersabar dan menunggu waktu yang tepat membuktikan kemampuan ke publik.

Baca Juga: Gibran Ungkap Konsep Hilirisasi Digital, Budiman Sudjatmiko Berikan Penjelasannya

"Anak muda diremehkan itu sudah biasa. Nanti tinggal tunggu waktunya aja untuk pembuktian, ya," kata Gibran, dikutip dari siaran pers, Minggu.

"Pokoknya jangan sampai kita semua nyerah, jangan sampai kita rendah diri, kita buktikan saja," tutur Gibran kepada anak muda yang hadir dalam acara itu.

Gibran yang masih berusia 36 tahun itu pun mengaku ia sebenarnya terlambat masuk ke politik.

"Saya ini sebetulnya malah telat. Yang lebih muda dari saya itu banyak banget, jadi saya tuh telat sebenarnya," kata Gibran.

Gibran mengambil contoh Hillary Brigitta Lasut yang berhasil menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada usia 22 tahun.

Selain itu, ia juga menyebutkan nama Emil Dardak, yang pernah menjabat sebagai bupati saat masih berusia 30 tahun.

Baca Juga: Ini Pembelaan Cak Imin Soal Tak Lagi Mendukung Proyek IKN

"Jadi jangan dibilang wali kota termuda, enggak, banyak yang lebih muda, masih banyak yang lebih hebat," tutur wali kota Solo itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gibran: Anak Muda Diremehkan Biasa, Tinggal Tunggu Waktu untuk Pembuktian"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×