kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.891   21,00   0,12%
  • IDX 8.885   -0,10   0,00%
  • KOMPAS100 1.232   5,72   0,47%
  • LQ45 874   7,20   0,83%
  • ISSI 324   0,25   0,08%
  • IDX30 446   5,56   1,26%
  • IDXHIDIV20 530   9,50   1,83%
  • IDX80 137   0,76   0,56%
  • IDXV30 146   2,23   1,55%
  • IDXQ30 143   1,91   1,35%

Gawangi rupiah, BI harus rogoh kocek hingga Rp 7 triliun


Kamis, 21 April 2011 / 11:22 WIB
Gawangi rupiah, BI harus rogoh kocek hingga Rp 7 triliun
ILUSTRASI. Berikut kurs dollar rupiah di BCA hari ini, Kamis 9 Juli 2020.


Reporter: Nina Dwiantika |

JAKARTA. Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS harus dibayar mahal oleh Bank Indonesia (BI). Hingga triwulan pertama 2011, bank sentral harus merogoh kocek hingga Rp 7 triliun sebagai ongkos moneter.

BI mengakui kurs rupiah menguat seiring dengan banyaknya aliran modal asing (capital inflow). Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ardhayadi Mitroadmodjo mengatakan, meski dana yang dikeluarkan sangat besar, kebijakan tersebut masih masuk dalam parameter BI.

Selama ini, anggaran BI yang paling besar adalah beban operasi moneter di mana mencakup beban pengelolaan devisa untuk menstabilkan nilai rupiah melalui intervensi.

Bahkan, menjelang investment grade, BI memperkirakan dana asing yang mengalir ke Indonesia masih deras. Sebagai otoritas moneter, BI akan terus memantau pergerakan rupiah agar tak terlalu liar. "BI memang tidak mencari laba tapi harus bisa mengelola defisit dan surplus," ujarnya.

"BI memang tidak mencari laba tapi harus bisa mengelola defisit dan surplus," ujar Ardhayadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×