kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Garap Peluang Kerja di Jakarta, Jangan Lewatkan Peningkatan Kompetensi Ini


Rabu, 08 Juli 2026 / 06:23 WIB
Garap Peluang Kerja di Jakarta, Jangan Lewatkan Peningkatan Kompetensi Ini
ILUSTRASI. Kerjasama kampus dan kalangan usaha serta pemerintah (UNJ/UNJ)


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (SPs UNJ) dan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (DTKTE) Provinsi DKI Jakarta menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM), peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta pengembangan konsep kota cerdas berkelanjutan di Jakarta.

Kerja sama yang berlangsung di Gedung Mohammad Hatta Sekolah Pascasarjana UNJ, Jakarta, Senin (7/7), diinisiasi oleh Program Studi Magister Manajemen Lingkungan SPs UNJ sebagai bagian dari upaya menyambut Jakarta menuju usia lima abad.

Direktur Sekolah Pascasarjana UNJ Dedi Purwana mengatakan, kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya antara UNJ dan DTKTE DKI Jakarta, khususnya dalam kegiatan berbagi pengetahuan terkait training need analysis dan green productivity.

"Penandatanganan PKS ini menjadi langkah penting untuk memperluas ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghasilkan program-program yang berdampak bagi peningkatan kualitas SDM dan pembangunan berkelanjutan di DKI Jakarta," ujar Dedi dalam keterangan tertulis, Selasa (8/7).

Menurut Dedi, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar hasil riset dan pengembangan dapat diimplementasikan secara lebih luas.

Baca Juga: Prabowo dan Modi Mainkan Angklung Bersama, Lagu Kuch Kuch Hota Hai Mengalun di Istana

Kepala DTKTE Provinsi DKI Jakarta Syarifudin menilai sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja di Jakarta.

"Penandatanganan PKS ini akan menjadi momentum peningkatan kolaborasi antara UNJ dengan DTKTE dalam memecahkan masalah produktivitas di DKI Jakarta. Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi sangat penting untuk menghasilkan berbagai inovasi, kajian, pelatihan, dan program pengembangan SDM yang dapat menjawab tantangan dunia kerja dan pembangunan daerah," kata Syarifudin.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat mendorong lahirnya berbagai program peningkatan kompetensi tenaga kerja, pengembangan produktivitas, pelatihan berbasis kebutuhan industri, hingga kajian yang mendukung pembangunan daerah.

Koordinator Program Studi Magister Manajemen Lingkungan SPs UNJ Eliana Sari mengatakan, inisiasi kerja sama ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global yang modern dan berkelanjutan.

Menurut Eliana, tantangan pembangunan perkotaan saat ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang mampu mengintegrasikan aspek lingkungan, ketenagakerjaan, produktivitas, teknologi, dan tata kelola perkotaan.

Baca Juga: Cadangan Devisa Naik, Ekonom Ingatkan Tekanan Rupiah Belum Sepenuhnya Reda

"Melalui kolaborasi dengan DTKTE dan berbagai pemangku kepentingan, kami berkomitmen mendukung terwujudnya Jakarta sebagai salah satu kota modern dunia melalui pengembangan sumber daya manusia, inovasi, serta penerapan manajemen lingkungan kota cerdas dan berkelanjutan," ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri sekitar 110 peserta dari berbagai unsur, antara lain Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, APINDO Jakarta Timur, Asosiasi Profesi Produktivitas Indonesia (APPRODI), Yayasan Plan International Indonesia, Yayasan Shinsou Gakkou, serta sejumlah perusahaan nasional dan multinasional.

Selain penandatanganan kerja sama, forum diskusi yang digelar menghasilkan komitmen untuk menindaklanjuti peluang kolaborasi melalui penyusunan kerja sama dengan berbagai institusi yang hadir.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang akan dikembangkan mencakup pendidikan dan pelatihan, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan produktivitas tenaga kerja, pengembangan kompetensi SDM, implementasi green productivity, penguatan praktik keberlanjutan, serta pengembangan konsep kota cerdas berkelanjutan di DKI Jakarta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×