kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Gara-gara sapi mahal, konsumsi ikan melonjak


Rabu, 28 November 2012 / 15:05 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi GTM pada bayi saat MPASI.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Edy Can


JAKARTA. Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengklaim konsumsi ikan per kapita nasional terus meningkat. Salah satu sebabnya karena ikan menjadi alternatif di tengah tak stabilnya harga daging sapi.

Kementerian Kelautan dan Perikanan memperkirakan, konsumsi ikan per kapita nasional pada tahun ini akan mencapai 35 kilogram. Angka ini lebih tinggi dibandingkan 2011 lalu yang sebesar 31 kilogram dan 2010 yang sebesar 28 kilogram.

Menurut Cicip, konsumsi melonjak bukan hanya ikan dari laut dan tawar melainkan juga dari air payau. Dia mengatakan, salah faktor kenaikan konsumsi ikan karena harga daging sapi yang mahal.

Cicip bilang, harga ikan lebih stabil dibandingkan daging sapi. Kalau naik, dia mengatakan, tidak terlalu tinggi dan relatif masih bisa terjangkau.

Konsumsi ikan juga melonjak karena ekspor impor. Ia menyebutkan selama tahun ini impor ikan mencapai sebesar US$ 348 juta.

Namun, Cicip mengatakan, perdagangan ikan masih surplus. Hingga saat ini ekspor ikan nasional mencapai US$ 4,5 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×