kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Gapkindo dukung pemerintah ekspor karet ke India


Selasa, 26 Februari 2019 / 18:10 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah untuk mengekspor komoditi karet ke India, disambut baik kalangan pengusaha karet Indonesia. Selain meningkatkan volume perdagangan komoditas ini, rencana tersebut juga dapat mendiversifikasi pasar karet nasional. 

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Moenardji Soedargo mengatakan, pihaknya mendukung langkah Kementerian Perdagangan (Kemdag) yang senantiasa terus mencari peluang pasar baru dalam memasarkan produk karet domestik ke pasar internasional. Gapkindo juga yakin, pasar India cocok dengan kualitas karet Indonesia yang tergolong blik. 

Oleh karena itu, Gapkindo menyatakan kesiapannya untuk melakukan sosialisasi lanjutan, bilamana rencana ekspor karet ke India disegerakan oleh pemerintah. “Kebanyakan perusahan dagang karet ini adalah perusahaan Singapura yang perannya sebagai dealer. Itu barangnya dari Indonesia juga,” tutur Moenardji dalam siaran persnya, Selasa (26/2). 

Sebelumnya di sela-sela India-ASEAN Expo and Summit ke 4: “Co-creating the Future” pada 21-22 Februari 2019 lalu, pelaku usaha India menyatakan minatnya kepada Menteri Perdagangan Indonesia untuk menjajaki peluang impor karet, gambir, dan kertas dari Indonesia. Selama ini, sebenarnya India sudah menggunakan hasil karet Indonesia, meskipun dibeli melalui perusahaan dealer yang ada di Singapura. 

Menurut Moenardji, langkah aktif India dalam mencari produsen karet baru terlihat beberapa waktu belakangan, di mana sebelumnya mereka masih memenuhi kebutuhan karet secara swadaya. Namun cara tersebut tidak lagi dapat dilakukan karena ada gangguan cuaca yang signifikan pada kisaran tahun lalu. 

Selain faktor-faktor tersebut, Moenardji tak melihat ada kendala berarti yang menyebabkan kedua negara belum menjalin komunikasi langsung terkait ekspor-impor karet. Termasuk aspek produksi yang dinilainya masih sangat potensial, untuk memenuhi permintaan India.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×