kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.128   14,00   0,08%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Faisal Basri: Selepas 2010, Dibutuh Investasi Rp 2.900 Triliun


Kamis, 10 Desember 2009 / 16:21 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri memperkirakan, selepas 2010 Indonesia membutuhkan investasi Rp 2.900 triliun per tahun.

Pemerintah menyebutkan kebutuhan investasi sekitar Rp 2.000 triliun per tahun hingga lima tahun ke depan itu nilai rata-rata. "Kebutuhan investasi Rp 2.000 triliun hanya 2010, rata-rata investasi itu mencapai Rp 2. 900 triliun per tahun," kata Faisal, Kamis (10/12).

Faisal melanjutkan, untuk memenuhi kebutuhan investasi tersebut, Rp 400 triliun di antaranya bisa berasal dari perbankan. Rp 500 triliun yang harus didatangkan dari luar negeri.

Menurut dia, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dibutuhkan investasi langsung. Paling tidak dibutuhkan US$ 10 miliar investasi langsung. "Hampir pasti US$ 5 miliar ke industri manufaktur, karena pengalaman kita pertumbuhan sektor ini ditopang FDI," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×