kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Fadli Zon menyebut Jokowi lakukan pencitraan keluarga harmonis


Rabu, 13 Februari 2019 / 09:35 WIB
Fadli Zon menyebut Jokowi lakukan pencitraan keluarga harmonis

Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon menyindir pencitraan yang dilakukan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, terkait keluarga harmonis. Pencitraan yang dimaksud ketika Presiden Jokowi dan keluarganya jalan-jalan di Kebun Raya Bogor, pada Sabtu (8/12) pagi. 

Kendati demikian, Fadli menilai pencitraan tersebut dapat dikatakan gagal karena terlalu banyaknya wartawan yang hadir. 


"Mbok ya sutradaranya lebih bagus dalam rancang pencitraan, misalnya mau berikan pencitraan sebagai keluarga harmonis di Kebun Raya Bogor," kata Fadli dalam diskusi bertajuk "Jelang Pilpres: Jokowi Blunder dan Panik?", di kantor Seknas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jakarta Pusat, Selasa (12/2).

"Tapi wartawannya terlalu banyak, harusnya kan wartawannya 2 atau 3, nanti di-share, ini sampe 100 orang, sehingga bocor," sambung dia. 

Fadli pun menyinggung pencitraan tersebut memang tertuang dalam teori bernama photo operation. Menurutnya, teori tersebut muncul saat Pilpres di Amerika Serikat. Anggota 

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menjelaskan, jika pencitraan dilakukan sesuai teori tersebut, maka akan ada dampak atau citra yang terbentuk. 

Kendati demikian, Fadli menilai, pencitraan keluarga harmonis Jokowi justru terkesan brutal karena perancangnya tidak memahami teori tersebut. 

"Di pilpres Amerika itu memang ada teorinya, namanya photo ops, memang dia sengaja berikan pencitraan untuk dapatkan impact tertentu bahwa kita ini memang keluarga harmonis. Itu dibikin rapih, ini (Jokowi) dibikin pencitraan brutal karena tidak mengerti teorinya," terangnya. 

Fadli berpandangan, pencitraan-pencitraan tersebut dilakukan Jokowi untuk mendongkrak elektabilitasnya yang sudah mangkrak. 

Ia juga menilai, banyak janji Jokowi yang tak terealisasi sehingga tidak membantu elektabilitasnya, dan malah menimbulkan pencitraan. "Artinya tidak ada capaian yang membuat rakyat ini menambah atau mengokohkan pilihannya, karena janjinya enggak ditepati," ungkap Fadli. 

"Seorang petahana itu biasanya bicara bahwa ini loh yang sudah saya lakukan, ini keberhasilan saya, tetapi klaim itu terlalu mudah dipatahkan, akhirnya menjadi gimmick-gimmick, pencitraan," lanjutnya. (Devina Halim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fadli Zon Sindir Pencitraan Keluarga Harmonis Jokowi"




TERBARU

Close [X]
×