kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

ESDM dorong industri tambang gunakan produk lokal


Rabu, 24 Februari 2016 / 23:13 WIB


Sumber: Antara | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penggunaan produk lokal atau dalam negeri hingga 100% dalam pengoperasian dan produksi usaha pertambangan.

"Seharusnya perusahaan pertambangan di kita telah menggunakan produk lokal dalam aktivitas pengoperasian dan produksi hingga sebesar 100 persen," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Bambang Gatot dalam acara Indonesia Mining Forum di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (24/2).

Bambang menyatakan imbauan untuk perusahaan tambang agar menggunakan produk dalam negeri dalam aktivitas produksi dan pengoperasian usaha bukan tanpa sebab, namun karena dia menilai Indonesia memiliki sumber daya yang dapat memenuhi kebutuhan perusahaan tambang dalam negeri.

Menurut Bambang, Indonesia perlu mencontoh kebijakan dari negara-negara maju yang mewajibkan setiap perusahaan tambang menggunakan produk dalam negeri sehingga juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

"Banyak negara maju tidak memiliki sistem royalti. Tetapi ada kewajiban barang-barang yang dibutuhkan harus dipenuhi oleh dalam negeri, akibatnya penggunaan konten lokal pada pertambangan dapat mencapai 100% sehingga juga dapat memberikan dampak pada ekonomi nasional," jelas Bambang.

Bambang menambahkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam kegiatan pengoperasian dan produksi usaha pertambangan saat ini masih terkendala oleh harga penjualan yang disebabkan adanya kewajiban membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%.

Untuk itu, Bambang melanjutkan para pengusaha barang dalam pengoperasian usaha pertambangan di Indonesia perlu meningkatkan kualitas barang yang dihasilkan, sehingga walaupun dengan harga yang relatif mahal akibat PPN, perusahaan pertambangan mau memilih produk lokal dengan alasan kualitasnya lebih baik.

"Kualitas dalam negeri harus ditingkatkan agar perusahaan tambang menggunakan produk dalam negeri yang mampu bersaing karena kualitasnya baik walau harganya tinggi," tutur Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×