kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Era Jokowi, menteri pendidikan diharap hapus Unas


Selasa, 09 September 2014 / 20:42 WIB
ILUSTRASI. Catat Jadwal Imsakiyah Denpasar Selama Ramadhan 2023


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), yang juga praktisi pendidikan, Retno Listiyarti berharap, Menteri Pendidikan di era Joko Widodo-Jusuf menghapus ujian nasional (Unas) sebagai penentu kelulusan siswa. Ia berpendapat, pelaksanaan ujian nasional tidak membawa kebaikan untuk peserta didik.

"Ujian nasional selama ini justru menimbulkan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif di kalangan siswa dan guru," kata Retno, dalam diskusi publik 'Kabinet Trisakti', di FX Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2014) siang.

Retno menilai, karena ujian nasional, siswa dan guru justru berlomba-lomba melakukan kecurangan. Salah satunya dengan jual beli soal dan kunci jawaban ujian nasional.

"Apakah ujian nasional menggambarkan yang sesungguhnya?" kata Kepala Sekolah SMA Negeri 76, Cakung, Jakarta Timur, itu.

Selain itu, lanjut Retno, ujian nasional juga tidak sejalan dengan visi Revolusi Mental yang diusung Jokowi. Ujian nasional hanya mengukur prestasi peserta didik melalui nilai, bukan perilaku dan sikap. (Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×