kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Era Jokowi, menteri pendidikan diharap hapus Unas


Selasa, 09 September 2014 / 20:42 WIB
ILUSTRASI. Catat Jadwal Imsakiyah Denpasar Selama Ramadhan 2023


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), yang juga praktisi pendidikan, Retno Listiyarti berharap, Menteri Pendidikan di era Joko Widodo-Jusuf menghapus ujian nasional (Unas) sebagai penentu kelulusan siswa. Ia berpendapat, pelaksanaan ujian nasional tidak membawa kebaikan untuk peserta didik.

"Ujian nasional selama ini justru menimbulkan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif di kalangan siswa dan guru," kata Retno, dalam diskusi publik 'Kabinet Trisakti', di FX Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2014) siang.

Retno menilai, karena ujian nasional, siswa dan guru justru berlomba-lomba melakukan kecurangan. Salah satunya dengan jual beli soal dan kunci jawaban ujian nasional.

"Apakah ujian nasional menggambarkan yang sesungguhnya?" kata Kepala Sekolah SMA Negeri 76, Cakung, Jakarta Timur, itu.

Selain itu, lanjut Retno, ujian nasional juga tidak sejalan dengan visi Revolusi Mental yang diusung Jokowi. Ujian nasional hanya mengukur prestasi peserta didik melalui nilai, bukan perilaku dan sikap. (Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×