kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

El Nino Mulai Tekan Produksi Pangan, Harga Komoditas Berisiko Naik


Kamis, 30 Juli 2026 / 11:04 WIB
El Nino Mulai Tekan Produksi Pangan, Harga Komoditas Berisiko Naik
ILUSTRASI. Peluang terjadinya El Nino di Indonesia menguat (ANTARA/ARNAS PADDA)


Reporter: Hervin Jumar, Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ancaman El Nino mulai menguji ketahanan pangan nasional. Kekeringan yang meluas di sejumlah daerah tidak hanya mengganggu ketersediaan air bersih, tetapi juga mulai menekan produksi pertanian dan meningkatkan risiko kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Rabu (29/7), tercatat 61 kejadian kekeringan terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Pulau Jawa menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan Jawa Tengah mencatat 20 kejadian kekeringan dan Jawa Barat sebanyak 14 kejadian.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, salah satu kejadian terbaru terjadi di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kekeringan tersebut berdampak pada 175 kepala keluarga atau sekitar 520 jiwa.

Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menyalurkan bantuan air bersih.

"BPBD setempat telah mendistribusikan 4.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak," ujar Abdul kemarin.

Dampak musim kemarau panjang juga mulai dirasakan sektor pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencatat sekitar 35.000 hektare lahan sawah di sejumlah daerah mengalami kekeringan.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu produktivitas tanaman pangan, terutama komoditas yang membutuhkan pasokan air cukup besar.

Selain tanaman padi, sektor hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih mulai menghadapi tekanan akibat berkurangnya ketersediaan air.

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Reynaldi Sarijowan mengatakan, dampak El Nino mulai terlihat pada sejumlah komoditas hortikultura. Gangguan produksi akibat kekeringan berpotensi mendorong kenaikan harga di tingkat pasar.

"Potensi lonjakan harga masih bisa terjadi," kata Reynaldi.

Menurut dia, apabila pemerintah tidak segera melakukan langkah antisipasi, tekanan terhadap produksi pangan dapat semakin besar dan berdampak pada stabilitas harga bahan pangan masyarakat.

Meski demikian, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kondisi pasokan pangan nasional masih dalam kondisi aman.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyebut, berdasarkan proyeksi neraca pangan, ketersediaan sejumlah komoditas pangan hingga akhir tahun masih mencukupi.

Pemerintah kini perlu memperkuat mitigasi dampak El Nino, terutama melalui pengelolaan sumber air, percepatan bantuan bagi daerah terdampak, serta menjaga kelancaran distribusi pangan agar tekanan harga dapat dikendalikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×