kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.085   2,00   0,01%
  • IDX 6.148   56,58   0,93%
  • KOMPAS100 806   9,69   1,22%
  • LQ45 615   8,17   1,35%
  • ISSI 212   1,88   0,89%
  • IDX30 346   4,71   1,38%
  • IDXHIDIV20 426   4,03   0,95%
  • IDX80 92   1,14   1,25%
  • IDXV30 116   0,74   0,64%
  • IDXQ30 111   1,46   1,34%

El Nino Mulai Tekan Produksi Pangan, Harga Komoditas Berisiko Naik


Kamis, 30 Juli 2026 / 11:04 WIB
El Nino Mulai Tekan Produksi Pangan, Harga Komoditas Berisiko Naik
ILUSTRASI. Peluang terjadinya El Nino di Indonesia menguat (ANTARA/ARNAS PADDA)


Reporter: Hervin Jumar, Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ancaman El Nino mulai menguji ketahanan pangan nasional. Kekeringan yang meluas di sejumlah daerah tidak hanya mengganggu ketersediaan air bersih, tetapi juga mulai menekan produksi pertanian dan meningkatkan risiko kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Rabu (29/7), tercatat 61 kejadian kekeringan terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Pulau Jawa menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan Jawa Tengah mencatat 20 kejadian kekeringan dan Jawa Barat sebanyak 14 kejadian.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, salah satu kejadian terbaru terjadi di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kekeringan tersebut berdampak pada 175 kepala keluarga atau sekitar 520 jiwa.

Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menyalurkan bantuan air bersih.

"BPBD setempat telah mendistribusikan 4.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak," ujar Abdul kemarin.

Dampak musim kemarau panjang juga mulai dirasakan sektor pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencatat sekitar 35.000 hektare lahan sawah di sejumlah daerah mengalami kekeringan.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu produktivitas tanaman pangan, terutama komoditas yang membutuhkan pasokan air cukup besar.

Selain tanaman padi, sektor hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih mulai menghadapi tekanan akibat berkurangnya ketersediaan air.

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Reynaldi Sarijowan mengatakan, dampak El Nino mulai terlihat pada sejumlah komoditas hortikultura. Gangguan produksi akibat kekeringan berpotensi mendorong kenaikan harga di tingkat pasar.

"Potensi lonjakan harga masih bisa terjadi," kata Reynaldi.

Menurut dia, apabila pemerintah tidak segera melakukan langkah antisipasi, tekanan terhadap produksi pangan dapat semakin besar dan berdampak pada stabilitas harga bahan pangan masyarakat.

Meski demikian, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kondisi pasokan pangan nasional masih dalam kondisi aman.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyebut, berdasarkan proyeksi neraca pangan, ketersediaan sejumlah komoditas pangan hingga akhir tahun masih mencukupi.

Pemerintah kini perlu memperkuat mitigasi dampak El Nino, terutama melalui pengelolaan sumber air, percepatan bantuan bagi daerah terdampak, serta menjaga kelancaran distribusi pangan agar tekanan harga dapat dikendalikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×