kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekspor Indonesia pada Juni 2013 menurun


Kamis, 01 Agustus 2013 / 14:10 WIB
ILUSTRASI. Simak Kurs Dollar-Rupiah di BRI Jelang Tengah Hari Ini, Rabu 9 Maret 2022.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Nilai ekspor Indonesia selama bulan Juni 2013 mengalami penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), per Juni 2013 nilai ekspor hanya US$ 14,740 juta. Angka ini turun 8,63% dari periode Mei 2013 sebesar US$ 16.133,4 juta.

"Bahkan, dibandingkan Juni 2012, ekspor Indonesia mengalami penurunan sebesar 4,54%," kata Suryamin, Kepala BPS, Kamis (1/8).

Menurut Suryamin, penyebab utama penurunan ekspor Juni itu adalah merosotnya nilai ekspor nonmigas sebesar 9,26%. Nilai ekspor nonmigas pada Mei 2013 sebesar US$ 13.207,1 juta. Angka ini turun di bulan Juni 2013 menjadi US$ 11.984,4 juta.

Kondisi serupa, menurut Suryamin, juga terjadi pada ekspor migas. Ekspor migas pada Juni 2013 anjlok 5,81%. Nilai ekspor migas pada Juni hanya tercatat US$ 2.756,3 juta, turun dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 2.926,3 juta.

Suryamin menambahkan, penurunan ekspor migas disebabkan menurunnya nilai ekspor minyak mentah sebesar 21,04%. Pada Mei 2013, nilai ekspor minyak mentah US$ 1.068,7 juta. Namun, pada Juni 2013 hanya sebesar US$ 843,9 juta.

Meski begitu, harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia naik. Semula pada Mei 2013, harga minyak mentah Indonesia sebsar US$ 99,01. Namun pada Juni 2013, harga minyak mentah Indonesia menjadi US$ 99,97 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×