Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja ekspor Indonesia mengawali tahun 2026 dengan pertumbuhan moderat.
Pada Januari 2026, nilai ekspor nasional tercatat meningkat secara tahunan, didorong kuat oleh lonjakan ekspor minyak kelapa sawit, meski di saat yang sama ekspor batubara mengalami penurunan volume.
Data ini mencerminkan dinamika sektor komoditas yang masih menjadi penopang utama perdagangan luar negeri Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Januari mencapai US$ 22,16 miliar, naik 3,39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: BPS Catat Ekspor Indonesia Turun 6,60% Jadi US$ 22,52 Miliar per November 2025
Capaian ini lebih rendah dari perkiraan pasar yang memproyeksikan kenaikan ekspor di atas 11%.
BPS juga dijadwalkan merilis data lain pada hari yang sama, termasuk realisasi impor, neraca perdagangan, serta inflasi Februari, yang akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kondisi ekonomi awal tahun.
Dari sisi komoditas, ekspor minyak kelapa sawit mentah dan olahan menunjukkan kinerja sangat kuat.
Sepanjang Januari, Indonesia mengekspor 2,24 juta metrik ton sawit, melonjak 77,07% secara tahunan, dengan nilai pengapalan mencapai US$ 2,29 miliar.
Data ini belum mencakup ekspor minyak inti sawit, oleokimia, dan biodiesel.
Sementara itu, asosiasi industri sawit, GAPKI, biasanya merilis data tersendiri pada waktu berbeda dengan cakupan produk yang lebih luas, sehingga angka ekspornya kerap berbeda dengan data resmi BPS.
Berbeda dengan sawit, kinerja ekspor batubara justru melemah. Volume ekspor batubara Indonesia pada Januari tercatat 29,54 juta metrik ton, turun 2,87% dibandingkan tahun lalu, dengan nilai ekspor sebesar US$1,82 miliar.
Baca Juga: Produksi CPO Naik 50% Semester I, Cisadane Sawit (CSRA) Beberkan Tantangan ke Depan
Data ini bersumber dari laporan kepabeanan dan dapat berbeda dengan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang berbasis laporan perusahaan tambang.
Secara keseluruhan, data Januari menunjukkan ekspor Indonesia masih tumbuh, namun lajunya tertahan oleh pelemahan di sebagian komoditas energi.
Lonjakan ekspor sawit menjadi penopang utama, sementara penurunan ekspor batu bara menegaskan bahwa kinerja perdagangan Indonesia tetap sangat dipengaruhi fluktuasi sektor komoditas global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













