kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.595
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS610.041 0,33%

Eks direktur Reliance Aset divonis 6 tahun penjara

Senin, 22 Oktober 2012 / 22:44 WIB

Eks direktur Reliance Aset divonis 6 tahun penjara



JAKARTA. Terdakwa kasus korupsi dana investasi PT Askrindo, Fajar Ervan Mandala, yang juga merupakan bekas Direktur PT Reliance Asset Management (RAM), dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Selain itu, Ia juga diharuskan membayar denda sebsar Rp 250 juta, subsidair tiga bulan kurungan dan mengembalikan kerugian keuangan negara yang telah dinikmatinya sebesar Rp 796 juta.  Kalau tidak mengembalikan ganti rugi, Jaksa akan menyita harta kekayaannya.


Adapun putusan tersebut rupanya lebih enteng dibanding tuntutan Jaksa yang meminta hakim menjatuhkan putusan sembilan tahun penjara, dan membayar denda sebesar Rp 500 juta, subsider tiga bulan kurungan.

“Terdakwa telah terbukti melakukan perbuatan sebagaimana yang didakwakan,” kata ketua Majelis hakim Marsuddin Nainggolan, Senin (22/10). Hakim menilai Ervan telah terbukti bersalah melakukan perbuatan, yang didakwakan.

Dalam dakwaan, Ervan dinilai melanggar pasal 2 ayat (1) Juncto pasal 18 ayat (1) Undang-undang nomor 31 tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan pasal 6 ayat (1) UU nomor 15 tahun2002 tentang tindak pidana pencucian uang.

Dari fakta persidangan diketahui, kalau Reliance Aset Management telah menerima dana Askrindo sebesar Rp 96 miliar, dalam bentuk Repurchasing Agreement (Repo) saham, Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), dan reksadana.

Penempatan dana-dana itu dilakukan melalui mekanisme yang tidak seharusnya. Akibatnya, dana investasi tersebut tidak dapat dikembalikan kepada Askrindo. Sementara yang kembali kepada Askrindo hanya sebesar Rp 391 juta berupa pembayaran bunga atas penempatan dana. Ervan juga terbukti telah turut menikmati hasil sebesar Rp 796 juta.

 Fajar dalam melakukan kejahatannya tidak sendirian. Karena penempatan dana di Reliance Aset management itu dilakukan atas kesepakatan yang telah dilakukan dengan bekas direktur keuangan Askrindo Zulfan Lubis, dan sejumlah direktur perusahaan Manajer Investasi lainnya.

Adapun dalam kasus ini, Askrindo tidak hanya menempatkan dana investasinya di reliance Asset Management. Askrindo juga menempatkan dananya di PT Harvestindo Aset Management (HAM) sebesar Rp 80 miliar, PT Jakarta Investindo sebesar Rp 182 miliar, dan PT Jakarta Securities sebesar Rp 83 miliar.

Atas putusan tersebut, Ervan mengaku masih pikir-pikir. “Saya masih pikir-pikir dulu yang mulia,” kata Ervan.

Reporter: Asep Munazat Zatnika
Editor: Asnil Amri

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0027 || diagnostic_api_kanan = 0.0476 || diagnostic_web = 0.3655

Close [X]
×