kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ekonomi Indonesia harus bertumpu ke manufaktur


Kamis, 04 Desember 2014 / 11:36 WIB
Ekonomi Indonesia harus bertumpu ke manufaktur
ILUSTRASI. Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. PT Widiant Jaya Krenindo Tbk akan melangsungkan penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO).


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ekonomi Indonesia masih bertumpu pada komoditas. Akibatnya, ketika harga komoditas turun ekonomi Indonesia merosot.

Deputi Gubernur  Bank Indonesia (BI) Hendar mengatakan dalam jangka panjang Indonesia perlu melakukan perubahan model pertumbuhan. Model pertumbuhan perlu diubah dari komoditas ke manufaktur.

Indonesia harus ambil bagian dari 80% penciptaan nilai barang dunia yang terjadi pada sektor manufaktur. Menurut Hendar, untuk ambil bagian pada sektor manufaktur maka infrastruktur, logistik dan kualitas sumber daya manusia harus diperbaiki. "Agar Indonesia diperhitungkan dalam jaringan penciptaan nilai global," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×