CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Ekonomi Global Tak Pasti, Ini Saran Ekonom untuk BI


Kamis, 20 Oktober 2022 / 20:18 WIB
ILUSTRASI. Kantor Pusat Bank Indonesia. REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian di level global masih tinggi, bahkan ada ancaman perlambatan ekonomi global hingga ancaman resesi ekonomi global.  Ketidakpastian global ini masih datang dari ketegangan geopolitik yang menyebabkan disrupsi rantai pasok global, inflasi yang tinggi, serta kenaikan suku bunga acuan negara-negara di dunia. 

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan, untuk melindungi perekonomian domestik dari dampak negatif ketidakpastian global, Bank Indonesia (BI) bisa mengerahkan kebijakannya untuk menjangkar inflasi dan menjaga pergerakan nilai tukar rupiah. 

“BI akan fokus ke inflasi dari sisi permintaan dengan menjangkar ekspektasi inflasi, serta BI akan menjaga pergerakan nilai tukar rupiah,” tutur Faisal kepada Kontan.co.id, Kamis (20/10). 

Ia memerinci, untuk menjangkar inflasi, BI bisa menggunakan instrumen kebijakan suku bunga acuan. Di tahun ini, BI sudah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 3 kali dengan total kenaikan 125 basis poin (bps). 

Baca Juga: Ini Jurus BI Hadapi Potensi Gejolak Ekonomi Global

Dengan menimbang tekanan inflasi dari sisi permintaan dalam negeri masih akan tinggi, maka BI perlu untuk lebih agresif dalam mengetatkan kebijakan moneter dari sisi suku bunga untuk menjaga stabilitas. 

“Selain itu, BI juga menyedot likuiditas di perbankan dengan kenaikan giro wajib minimum (GWM) yang juga berdampak pada melambatnya pertumbuhan uang beredar. Ini sudah akan cukup,” tambah Faisal. 

Sedangkan untuk mengurangi gonjang-ganjing pergerakan rupiah, Faisal melihat BI akan melakukan triple intervention dan operasi Twist. BI juga bisa memastikan likuiditas valas di dalam negeri, salah satunya dengan akselerasi bawa masuk devisa hasil ekspor (DHE). 

BI dan pemerintah sudah kembali menerapkan sanksi bagi eksportir yang belum memarkirkan DHE nya di dalam negeri. Namun, sejauh ini, Faisal masih belum melihat dampak efektivitasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×