kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Ekonom: Tetap Ada Ruang Kenaikan Suku Bunga Acuan BI Sebesar 25 Bps


Minggu, 12 Maret 2023 / 17:04 WIB
ILUSTRASI. Bank Indonesia berpotensi kerek suku bunga 25 bps


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) telah melemparkan sinyal untuk tak lagi menaikkan suku bunga acuan. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, kenaikan suku bunga acuan sebesar 225 basis poin (bps) sejak Agustus 2022 hingga Januari 2023 sudah memadai dalam menjangkar inflasi dan ekspektasi inflasi.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga mengatakan hal yang sama. BI kemungkinan besar tak akan menaikkan suku bunga acuan dengan kondisi terkini.

Namun, Josua tetap membuka kemungkinan adanya ruang kenaikan suku bunga acuan maksimal 25 basis poin (bps) dengan kondisi tertentu.

"Ini bila ada tekanan lebih lanjut ada rupiah dan inflasi. Masih terdapat ruang kenaikan suku bunga BI maksimal 25 bps ke 6%," terang Josua kepada Kontan.co.id, Minggu (11/3).

Baca Juga: IHSG Diprediksi Bearish Jelang RDG BI

Josua menyebut, tekanan pada rupiah sehubungan dengan sinyal Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) untuk lebih hawkish.

Sinyal yang dilempar pentolan The Fed pada awal pekan ini diperkirakan berpotensi mendorong penguatan dolar AS lebih lanjut, dan membatasi arus modal masuk ke pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia.

Namun, bila ini menjadi sentimen negatif pada Rupiah, Josua optimistis BI akan sigap dalam mengambil langkah.

"BI akan melakukan triple intervention dalam rangka stabilitas rupiah, selain itu implementasi kebijakan DHE dan instrumen term deposit valas DHE cenderung atraktif mendorong peningkatan suplai valas," jelas Josua.

Kemudian, Josua kembali menegaskan, bila kondisi inflasi cenderung terkendali dan Rupiah tetap stabil, maka suku bunga acuan BI mungkin tak berubah hingga akhir 2023.

"Bila kondisi tersebut, maka BI berpotensi untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 5,75% hingga akhir tahun ini," tandas Josua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×