kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ekonom: Tahun politik 2019 tak perlu ditakutkan


Selasa, 24 Juli 2018 / 22:01 WIB
Ekonom: Tahun politik 2019 tak perlu ditakutkan
ILUSTRASI. Tony Prasetiantono


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono menilai, tahun politik di 2019 mendatang tidak perlu ditakutkan. Sebab, berkaca pada tahun politik di dua periode sebelumnya.

Tony bilang, saat pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2009 dan 2014 lalu, ekonomi Indonesia terbilang aman. Gejolak justru datang dari eksternal yang sedikit berdampak pada ekonomi dalam negeri.

Ia mencontohkan, saat Pilpres tahun 2009 lalu, yang bertepatan dengan subprime mortgage crisis di Amerika Serikat (AS). Hal itu membuat hampir seluruh negara maju mengalami kolaps, termasuk Singapura, lantaran transaksi derivatif negara-negara tersebut cukup dalam.

"Sementara Indonesia tidak terkena karena transaksi derivatif kita dangkal," kata Tony di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/7).

Sementara di 2014, ekonomi Indonesia tertekan harga minyak. Tahun 2014 merupakan tahun terakhir harga minyak menyentuh level Rp 100 per barel.

Hal itu menyebabkan anggaran subsidi baik BBM maupun listrik membengkak hingga sekitar Rp 350 triliun. "Jadi saya yakin sekali tahun politik 2018 bukan tahun yang perlu kita takutkan," tambah Tony.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×