kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45886,18   -14,64   -1.62%
  • EMAS1.338.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ekonom Sebut Bebas Pajak untuk CBU Mobil Listrik Tidak Membawa Berkah


Senin, 31 Juli 2023 / 22:41 WIB
Ekonom Sebut Bebas Pajak untuk CBU Mobil Listrik Tidak Membawa Berkah
ILUSTRASI. Pemerintah berencana mematok pajak nol persen bagi completely build up (CBU) mobil listrik yang masuk ke Indonesia.


Reporter: Nindita Nisditia | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana mematok pajak nol persen bagi completely build up (CBU) mobil listrik yang masuk ke Indonesia. Tetapi ekonom memperkirakan insentif fiskal tersebut tidak begitu membawa berkah bagi negara.

Direktur Eksekutif Insitute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai, insentif pajak yang akan diberikan pemerintah kepada CBU mobil listrik tidak begitu menguntungkan, bahkan bisa merugikan negara karena tidak memiliki nilai tambah.

"CBU itu kan tidak ada nilai tambahnya bagi kita karena itu kan completely build up unit, artinya itu benar-benar dibuat di luar kan, 100%. Misalnya barang dari negara-negara penghasil mobil listrik, misalnya kalau tidak ada nilai langsung kena PPN, menurut saya jadinya kurang baik," terang Tauhid kepada Kontan.co.id, Senin (31/7).

Baca Juga: Pemerintah Targetkan 48.118 Unit SPKLU dan 196.179 Unit SPBKLU di 2030

Tauhid tidak menampik bahwa akan terjadi penurunan harga CBU mobil listrik berkisar 9%-10% dengan adanya insentif PPN impor nol persen pada komoditas ini.

Namun, menurutnya penurunan harga tersebut tetap akan memberikan pertumbuhan yang rendah, melihat dari kesenjangan pada pasar otomotif serta kebutuhan utama pasar di Indonesia.

"Jadi antara mobil yang tersedia dengan market itu enggak match ya, jadi pertumbuhannya kecil, kalau kita lihat rata-rata kan dalam 3 bulan terakhir ini 0,2% data Gaikindo itu. Yang sekarang terjual 500 ribu kendaraan, mobil listrik hanya sekitar 1.000, atau 500 sampai 1.000 saja, masih kecil," imbuh dia.

Baca Juga: Pemerintah Pertimbangkan Beri Insentif Fiskal Untuk Mobil Listrik, Ini Saran Ekonom

Tauhid menyebut, pemerintah seharusnya juga menaruh fokus pada completely knocked down (CKD), karena terdapat sebagian komponen yang diproduksi dalam negeri, dan sebagian lagi impor. Tapi, dia bilang bukan berarti pemerintah perlu memberikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ganda pada mobil CKD.

Menurut dia, justru yang dibutuhkan saat ini adalah pembebasan pada bea masuk untuk mesin dan bahan baku bagi CKD.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×