kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.950   103,00   0,58%
  • IDX 5.930   -265,00   -4,28%
  • KOMPAS100 787   -37,38   -4,53%
  • LQ45 595   -24,76   -4,00%
  • ISSI 206   -8,94   -4,17%
  • IDX30 337   -12,54   -3,59%
  • IDXHIDIV20 416   -11,74   -2,74%
  • IDX80 89   -4,29   -4,58%
  • IDXV30 114   -3,60   -3,06%
  • IDXQ30 109   -3,42   -3,05%

Ekonom: Pemerintah gemar berutang dan malas


Senin, 26 Mei 2014 / 18:10 WIB
ILUSTRASI. Penyebab Payudara Terasa Sakit Tanpa Sebab


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ekonom sekaligus Anggota Tim Sukses Pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla, Iman Sugema berujar bahwa pemerintah saat ini gampang berutang dan malas. Menurutnya, hal itu tecermin dari kebijakan-kebijakan yang dijalankan.

"Pemerintahan saat ini gampang sekali ngutang dan malas dalam menarik pajak, tidak seperti Tiongkok," ujar Iman Sugema, di Megawati Institut, Jakarta, Senin (26/5).

Iman menjelaskan, utang pemerintah yang terus naik menjadi indikator utama ketergantungan pemerintah terhadap asing. Menurutnya, hal tersebut merupakan cermin pemerintahan yang gemar berutang.

Selain itu, Timses Jokowi-JK ini juga mengatakan bahwa pendapatan negara dari sektor pajak yang kecil diakibatkan oleh sikap pemerintah yang malas. Oleh karena itu, dia mengusulkan agar pemerintahan selanjutnya harus melakukan disiplin fiskal yaitu menyeimbangkan pendapatan negara dan pengeluaran negara.

Hal tersebut menurutnya mampu menciptakan anggaran negara yang efisien dalam menopang pembangunan saat ini. "Pemerintah selanjutnya harus disiplin fiskal, penerimaan dan pengeluaran harus seimbang," tandasnya. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×