kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.756   12,00   0,07%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Ekonom: paket ekonomi II harus dongkrak daya beli


Kamis, 17 September 2015 / 22:30 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Jika berpatokan pada rencana pemerintah, seharusnya akhir September 2015 ini pemerintah akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid II.

Dalam paket kebijakan sebelumnya, yakni September I, pemerintah merevisi dan menghapus sejumlah peraturan atau yang disebut deregulasi.

Nah, dalam paket kebijakan kali ini ekonom menilai pemerintah harus lebih fokus pada peningkatan daya beli masyarakat.

Sebab, yang diperlukan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, salah satunya konsumsi masyarakat.

Ekonom Bank Permata Joshua Pardede mengatakan, dalam paket kebijakan jilid pertama belum terlihat upaya pemerintah mendongkrak konsumsi masyarakat secara langsung.

"Semua kebijakan yang dikeluarkan bertujuan mendorong industri," kata Josuha, Kamis (17/9).

Misalnya revisi peraturan pemerintah terkait ekspor dan impor. Semuanya bertujuan agar industri nasional mendapat dorongan. Karena akan lebih kompeititif dan efisien.

Memang, pertumbuhan industri bisa memberikan dampak terhadap daya beli melalui pembukaan lapangan kerja.

Namun, itu baru dirasakan paling cepat akhir smester pertama 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×