kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.090   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.068   28,32   0,47%
  • KOMPAS100 795   6,77   0,86%
  • LQ45 604   5,03   0,84%
  • ISSI 210   0,26   0,12%
  • IDX30 341   2,64   0,78%
  • IDXHIDIV20 425   3,10   0,74%
  • IDX80 91   0,70   0,77%
  • IDXV30 116   0,43   0,37%
  • IDXQ30 110   0,84   0,77%

Ekonom: Kenaikan tarif angkutan udara dan harga bawang putih picu inflasi April


Selasa, 30 April 2019 / 14:27 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa ekonom memprediksi inflasi April 2019 akan lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Kondisi ini didorong kenaikan harga bahan makanan.

Ekonom Asia Development Bank Institute (ADBI) Eric Sugandi memprediksi inflasi April 2019 sebesar 0,33% secara bulanan atau 2,74% secara tahunan. Sedangkan inflasi pada akhir tahun 2019 diperkirakan 3%.

"Pendorong inflasi adalah kenaikan tarif angkutan udara, kenaikan harga bawang dan cabai karena peningkatan permintaan dan peningkatan belanja pemilu," jelas Eric.

Kendati mendekati bulan Ramadan, Eric menjelaskan pada April 2019 perubahan konsumsi ini belum begitu terasa. Rumah tangga baru akan banyak belanja pada Mei 2019.

Hal serupa juga dijelaskan oleh Ekonom Bank Tabungan Negara (BTN) Winang Budoyo. Menurutnya faktor menjelang Ramadan belum mempengaruhi inflasi April 2019.

"Karena belum dapat tunjangan hari raya," jelas dia.

Winang memprediksi inflasi April 2019 sebesar 0,12% secara bulanan atau 2,50% secara tahunan. Inflasi inti sebesar 0,14% secara bulanan atau 3,02% secara tahunan. Sementara inflasi sepanjang 2019 diperkirakan 3,44%.

"Mengingat naiknya hanya sedikit, sepertinya ada kenaikan di harga makanan," jelas Winang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Maret 2019 sebesar 0,11% secara bulanan atau 2,48% secara tahunan. Inflasi Januari-Maret 2019 mencapai 0,35%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×