kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekonom Ini Proyeksi BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan di Februari 2023


Kamis, 16 Februari 2023 / 06:28 WIB
ILUSTRASI. Proyeksi suku bunga acuan BI


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6% di bulan ini. Hal itu sejalan dengan rencana Federal Reserve (The Fed) yang masih mempertahankan kenaikan suku bunga di bulan ini.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, The Fed kemungkinan bakal mengeluarkan kebijakan menaikkan suku bunga untuk meredam laju inflasi di Amerika Serikat.

"Kalau melihat angka inflasi yang relatif masih tinggi, ada peluang Bank Sentral Amerika Serikat masih akan menaikkan suku bunga acuan," ucap dia Selasa (14/2).

Dengan demikian, kebijakan tersebut tentu juga akan diikuti oleh bank sentral negara berkembang, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Ekonom Bank Mandiri Perkirakan BI Akan Tahan Suku Bunga Acuan pada Februari 2023

Dia juga menyatakan nilai tukar rupiah dalam satu bulan terakhir relatif belum stabil, bahkan cenderung melemah. Hal itu bisa berimbas terhadap kebijakan suku bunga acuan BI pada Februari 2023.

Oleh karena itu, Yusuf menilai perlu adanya lanjutan kebijakan pre-empetive untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan inflasi, terutama yang disumbang oleh imported inflation.

Asal tahu saja, BI akan mengumumkan kebijakan suku bunga pada hari ini (16/2).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×