kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Ekonom Indef : Pemerintah perlu perbaiki ICOR ke level 4


Jumat, 09 Agustus 2019 / 20:46 WIB


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Pertama, melalui pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran untuk menurunkan biaya logistik yang umumnya masih sangat tinggi. Bhima mencatat, biaya logistik yang mencapai 24% dari PDB menjadi beban utama tingginya ICOR saat ini.

Kedua, pemerintah mesti serius memberantas korupsi, pungutan liar, dan segala bentuk inefisiensi birokrasi. Budaya birokrasi demikian, membuat proses berbisnis dan berinvestasi di Indonesia jauh lebih rumit dan mahal dibandingkan dengan negara lain. 

“Ketiga, pemerintah meningkatkan koordinasi antara tingkat pusat dan daerah sehingga hambatan-hambatan investasi akibat kurang sinkronnya regulasi bisa berkurang,” lanjut Bhima. 

Terakhir, pemerintah mesti mendorong realisasi investasi. Bhima mengatakan, salah satu penyebab tingginya ICOR ialah lambatnya realisasi komitmen investasi oleh para investor. Pembebasan lahan untuk pembukaan pabrik baru, misalnya, bisa memakan waktu panjang 5-10 tahun.

“Ini yang pemerintah harus bantu, dari mulai proses pembebasan lahan, sampai keluhan lain yang membuat investor masih tunda pengerjaan proyek investasinya,” ujar Bhima. 

Baca Juga: Chatib Basri: Produktivitas yang rendah menjadi isu penghambat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×