kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekonom: Empat kebijakan baru BI menjadi sumber harapan


Selasa, 27 November 2018 / 19:53 WIB
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo Beri Sambutan di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2018


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Empat kebijakan baru yang disebut Bank Indonesia (BI) sebagai jamu pemanis di 2019 menjadi sumber harapan di tengah risiko yang melanda di tahun depan.

"Kebijakan baru di pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) secara langsung disampaikan Bank Indonesia. Sekalipun ada risiko melanda, harapannya ada sumber yang baru," ungkap Josua Pardede, ekonom Bank Permata, usai menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI), di Senayan JCC, Selasa (27/11).

Menurutnya ini menunjukkan komitmen BI untuk tidak hanya memanfaatkan momentum dengan menjaga inflasi dan stabilitas rupiah, tapi juga melihat adanya sumber baru.

Dia menjelaskan transmisi moneter dipengaruhi likuiditas maka likuiditas perbankan menjadi konsen BI, sehingga berbagai kebijakan terakhir dikeluarkan supaya likuiditas bisa dikelola baik.

"Maka Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM), giro wajib minimum (GWM) average yang juga dinaikkan memberikan flekisibilitas likuiditas," jelasnya.

Selain itu, Josua mengatakan UMKM harus diperhatikan dengan membangkitkan lagi sektor manufaktur.

Pasalnya, meskipun UMKM memiliki andil dan share yang cukup besar dalam perekonomian dan penyerapan tenaga kerja, percuma apabila masih mengandalkan bahan impor. "Jadi kita dorong dulu manufaktur kuat, tanpa andalkan impor," ungkap Josua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×