kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.054   54,00   0,30%
  • IDX 5.751   -190,38   -3,20%
  • KOMPAS100 761   -24,84   -3,16%
  • LQ45 575   -14,38   -2,44%
  • ISSI 199   -6,62   -3,21%
  • IDX30 326   -7,86   -2,35%
  • IDXHIDIV20 405   -7,33   -1,78%
  • IDX80 86   -2,60   -2,93%
  • IDXV30 110   -3,16   -2,79%
  • IDXQ30 106   -2,28   -2,12%

Ekonom: CAD 2,5% paling cepat tercapai tahun 2016


Kamis, 21 Agustus 2014 / 20:35 WIB
ILUSTRASI. Petugas menunjukkan emas di gerai Galeri 24 Pegadaian, Jakarta. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) fokus menurunkan current account deficit (CAD) atawa defisit transaksi berjalan hingga ke level 2,5% dari Produk Domestik Bruto. Bahkan, berencana memberlakukan kebijakan moneter ketat sampai mendekati level tersebut.

Kapan Indonesia mencapai target tersebut? Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memperkirakan, target tersebut tak akan tercapai di tahun 2015.

Pelaku pasar pun memperkirakan senada. Kepala Ekonom BII Juniman berpendapat, situasi defisit transaksi berjalan bisa mengarah ke 2,5% paling cepat baru terjadi pada tahun 2016.

Menurut dia, selama pemerintah tidak lakukan kebijakan pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM), keinginan turunkan defisit ke 2,5% akan sulit terjadi. Makanya, dia mendukung pemerintahan baru menaikkan harga BBM baik di awal masa jabatan atau di awal tahun 2015.

Kenaikan harga BBM tersebut akan sangat positif membantu menurunkan defisit. "Kalau tidak dilakukan kenaikan harga, defisit akan berkelanjutan di atas 3% seperti sekarang," ujar Juniman ketika dihubungi KONTAN di Jakarta, Kamis (21/8)

Di sisi lain, ada risiko dari rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Federal Reserve. Kenaikan suku bunga ini akan jadi halangan bagi BI untuk menurunkan suku bunga.

Bahkan Juniman memprediksi ada potensi suku bunga kembali naik 25 basis poin di akhir tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×