kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45878,14   -8,04   -0.91%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ekonom BNI prediksi BI bakal menahan bunga acuan, ini alasannya


Selasa, 19 Februari 2019 / 17:43 WIB
Ekonom BNI prediksi BI bakal menahan bunga acuan, ini alasannya


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom memandang bank sentral akan menahan tingkat bunga acuan dalam rapat dewan gubernur (RDG) yang berlangsung pada 21 Februari 2019 mendatang. Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk Ryan Kiryanto misalnya memprediksi Bank Indonesia bakal menahan tingkat bunga acuan 7 days reverse repo rate (7DRR) dalam rapat dewan gubernur BI di level 6%. 

Salah satu indikator prediksi ini antara lain kondisi makro ekonomi domestik saat ini masih relatif stabil berdasarkan capaian kinerja 2018 ekonomi tumbuh 5,17%. Selain itu, inflasi juga bisa dijaga rendah 3,13 dan current account deficit (CAD) stabil 2,98% terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). 

"Serta tensi kebijakan The Fed di 2019 cenderung dovish dibanding 2018 yang hawkish," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (19/2).

Prediksi bunga acuan BI yang stabil ini menurut Ryan sudah sesuaai dengan kebijakan BI dan Kementerian Keuangan yang selalu seirima yaitu stability over growth. Artinya, untuk 2019 BI dan Pemerintah bakal mendahulukan stabilitas baru kemudian pertumbuhan.

Bahkan jika melihat arah inflasi yang melandai seiring penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) termasuk avtur dan penurunan tarif listrik golongan bawah (900 dan 1.200 VA), sebenarnya BI memiliki dua pilihan.

"Antara menahan di level 6% atau menurunkan BI 7DRR pada RDG BI besok sebesar 25 bps menjadi 5,75%," sambungnya.

Tapi, menurut Ryan pilihan paling rasional dan strategis dalam kondisi ekonomi saat ini adalah BI tetap menahan BI 7DRR di level 6% untuk memprioritaskan stabilitas ketimbang pertumbuhan. Sebab lain, tensi ketegangan antara Amerika Serikat dan China terkait perang dagang saat ini belum mereda.

Ditambah isu Brexit juga dinilai masih akan menghantui perekonomian global yang berpotensi menganggu pasar keuangan domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×