kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Ease of Doing Business rendah, UMKM menderita


Jumat, 27 Oktober 2017 / 19:58 WIB


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peringkat Ease of Doing Business yang menanjak 15 peringkat menjadi 91 dibandingkan tahun lalu yang masih berada di peringkat 106 disebut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S. Uno masih memberatkan pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Yang paling dirugikan dengan peringkat yang masih 90-an adalah UMKM. Karena secara proporsional mereka membayar lebih mahal untuk kegiatan usahanya," kata Sandi kepada KONTAN, Jumat (27/10) di Pusat Kebudayaan Betawi, Jatinegara, Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta, disebut Sandiaga sangat mendukung target Presiden Joko Widodo yang ingin meningkatkan peringkat Ease of Doing Business mencapai peringkat 40. 

Jakarta, kata Sandiaga akan jadi kota pro-bisnis, yang akan menarik bagi investor.

"Jakarta akan sediakan infrastruktur kelas dunia, perizinan kelas dunia, dan pasar yang menjanjikan," lanjut Sandiaga.

Beberapa langkah strategis disebut misalnya memangkas regulasi, akses permodalan bagi UMKM, dan percepatan perijinan akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

"Kita targetkan di akhir jabatan jakarta masuk 40 besar dunia seperti yang diharapkan oleh presiden. Sementara itu sekiranya akan keluar pengumuman Ease of Doing Business di Jakarta minggu depan," sambung Sandiaga.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×