kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.010   36,00   0,21%
  • IDX 7.036   -101,60   -1,42%
  • KOMPAS100 972   -16,31   -1,65%
  • LQ45 716   -12,13   -1,67%
  • ISSI 245   -4,53   -1,82%
  • IDX30 388   -4,06   -1,04%
  • IDXHIDIV20 484   -2,74   -0,56%
  • IDX80 109   -1,98   -1,78%
  • IDXV30 132   0,31   0,23%
  • IDXQ30 126   -0,97   -0,76%

Ease of Doing Business rendah, UMKM menderita


Jumat, 27 Oktober 2017 / 19:58 WIB
Ease of Doing Business rendah, UMKM menderita


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peringkat Ease of Doing Business yang menanjak 15 peringkat menjadi 91 dibandingkan tahun lalu yang masih berada di peringkat 106 disebut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S. Uno masih memberatkan pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Yang paling dirugikan dengan peringkat yang masih 90-an adalah UMKM. Karena secara proporsional mereka membayar lebih mahal untuk kegiatan usahanya," kata Sandi kepada KONTAN, Jumat (27/10) di Pusat Kebudayaan Betawi, Jatinegara, Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta, disebut Sandiaga sangat mendukung target Presiden Joko Widodo yang ingin meningkatkan peringkat Ease of Doing Business mencapai peringkat 40. 

Jakarta, kata Sandiaga akan jadi kota pro-bisnis, yang akan menarik bagi investor.

"Jakarta akan sediakan infrastruktur kelas dunia, perizinan kelas dunia, dan pasar yang menjanjikan," lanjut Sandiaga.

Beberapa langkah strategis disebut misalnya memangkas regulasi, akses permodalan bagi UMKM, dan percepatan perijinan akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

"Kita targetkan di akhir jabatan jakarta masuk 40 besar dunia seperti yang diharapkan oleh presiden. Sementara itu sekiranya akan keluar pengumuman Ease of Doing Business di Jakarta minggu depan," sambung Sandiaga.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×