kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.723   15,00   0,08%
  • IDX 6.481   -45,04   -0,69%
  • KOMPAS100 844   -4,93   -0,58%
  • LQ45 639   -5,95   -0,92%
  • ISSI 228   -0,48   -0,21%
  • IDX30 357   -3,29   -0,91%
  • IDXHIDIV20 433   -3,49   -0,80%
  • IDX80 96   -0,69   -0,71%
  • IDXV30 120   -0,56   -0,46%
  • IDXQ30 113   -1,04   -0,92%

e-KTP palsu diduga terkait kejahatan perbankan


Kamis, 09 Februari 2017 / 21:22 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Dirjen Bea dan Cukai tengah mendalami penemuan KTP palsu yang dikirim menggunakan FedEx dari Kamboja ke Jakarta. Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi menduga KTP tersebut dicetak dan dikirim terkait kejahatan perbankan. 

"Kami tengah berkoordinasi intensif untuk mengetahui motif dari pengiriman barang-barang tersebut. Kalau melihat ada KTP, NPWP, buku tabungan, dan kartu ATM. Bisa jadi pengiriman ini terkait dengan rencana kejahatan siber, kejahatan perbankan, atau pencucian uang," kata Heru dalam keterangan tertulis, Kamis (9/2). 

Pada Jumat (3/2) pekan lalu, anggota Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta menemukan paket FedEx dari Kamboja berisi 36 KTP, 32 NPWP, sebuah buku tabungan BCA dengan saldo Rp 500.000, dan sebuah kartu ATM.  Dirjen Bea dan Cukai sudah berkomunikasi dengan Komisi II DPR untuk mengklarifikasi temuan ini dengan isu KTP palsu untuk pilkada. 

Sekarang, Dirjen Bea dan Cukai tengah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pajak, Kepolisian, dan Kementerian Dalam Negeri serta Dinas Dukcapil untuk mengusut motif pengiriman KTP palsu tersebut.  "Untuk memastikannya, perlu waktu untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut," ujar Heru.

(Nibras Nada)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×