kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 6.008   -93,82   -1,54%
  • KOMPAS100 783   -12,60   -1,58%
  • LQ45 591   -7,85   -1,31%
  • ISSI 208   -3,73   -1,76%
  • IDX30 334   -4,20   -1,24%
  • IDXHIDIV20 408   -4,57   -1,11%
  • IDX80 89   -1,47   -1,63%
  • IDXV30 110   -0,80   -0,72%
  • IDXQ30 107   -1,04   -0,97%

e-KTP palsu diduga terkait kejahatan perbankan


Kamis, 09 Februari 2017 / 21:22 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Dirjen Bea dan Cukai tengah mendalami penemuan KTP palsu yang dikirim menggunakan FedEx dari Kamboja ke Jakarta. Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi menduga KTP tersebut dicetak dan dikirim terkait kejahatan perbankan. 

"Kami tengah berkoordinasi intensif untuk mengetahui motif dari pengiriman barang-barang tersebut. Kalau melihat ada KTP, NPWP, buku tabungan, dan kartu ATM. Bisa jadi pengiriman ini terkait dengan rencana kejahatan siber, kejahatan perbankan, atau pencucian uang," kata Heru dalam keterangan tertulis, Kamis (9/2). 

Pada Jumat (3/2) pekan lalu, anggota Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta menemukan paket FedEx dari Kamboja berisi 36 KTP, 32 NPWP, sebuah buku tabungan BCA dengan saldo Rp 500.000, dan sebuah kartu ATM.  Dirjen Bea dan Cukai sudah berkomunikasi dengan Komisi II DPR untuk mengklarifikasi temuan ini dengan isu KTP palsu untuk pilkada. 

Sekarang, Dirjen Bea dan Cukai tengah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pajak, Kepolisian, dan Kementerian Dalam Negeri serta Dinas Dukcapil untuk mengusut motif pengiriman KTP palsu tersebut.  "Untuk memastikannya, perlu waktu untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut," ujar Heru.

(Nibras Nada)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×