kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.599   46,00   0,26%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dua tahun, kabinet Jokowi belum satu nafas


Senin, 17 Oktober 2016 / 14:52 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menilai, belum banyak capaian yang menggembirakan dari dua tahun kinerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Menurut dia, Kabinet Kerja masih belum solid dan tidak satu suara satu sama lain. "PR (Pekerjaan Rumah) Jokowi di situ. Bagaimana meyakinkan kementerian lembaga agar satu gerakan, satu nafas, dan satu kebijakan," kata Yandri, saat dihubungi, Minggu (16/10/2016).

Sektor ekonomi tetap harus mendapat perhatian lebih. Pertumbuhan ekonomi, kata Yandri, saat ini masih di bawah 5%.

Meski demikian, ia mengakui beberapa arah kebijakan pemerintah terkait sektor ekonomi sudah cukup baik. Misalnya, dari program pengampunan pajak / tax amnesty dan dilihat dari geliat ekonomi.

"Geliat ekonomi sudah cukup bagus. Terlihat dari serapan anggaran di daerah dan pusat. Itu kan salah satu tolak ukur. Kemarin-kemarin serapan anggaran sangat rendah," papar Yandri.

(Nabilla Tashandra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×