kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Dua strategi Bappenas mengentaskan gizi buruk Tanah Air


Selasa, 29 Mei 2018 / 16:26 WIB
Dua strategi Bappenas mengentaskan gizi buruk Tanah Air
ILUSTRASI. PENDERITA GIZI BURUK DI ASMAT


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memiliki dua strategi untuk mendorong pencegahan gizi buruk kronis atau stunting. Strategi ini baik dari sisi formal maupun non-formal.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan, strategi formal tertera dalam rencana pembangunan jangka panjang sampai tahun 2025. Siapapun pimpinan negara, harus mengentaskan masalah ini.

"Kenyataannya, bahwa dari segi jumlah, Indonesia memiliki tingkat stunting yang tinggi di dunia, atau sebanyak 9 juta anak," katanya. 

Cara kedua adalah non-formal, yakni melibatkan lembaga non-pemerintah.

“Komitmen sekarang, sudah membentuk tim nasional untuk pencegahan stunting yang harusnya dipimpin oleh wapres. Kita harpakan, komitmen ini berlanjut meskipun pemerintahnya sama atau beda,” tambahnya.

Menurut dia, bonus demografi hanya bisa dimanfaatkan kalau Indonesia memiliki generasi muda yang sehat dan terdidik.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×