kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Dua pemda konsultasi ke OJK soal obligasi daerah


Selasa, 06 Mei 2014 / 10:49 WIB
ILUSTRASI. 4 Rekomendasi Serum Pengencang Payudara dari Merek Lokal yang Aman dan Efektif.


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat setidaknya dua pemerintah daerah telah menunjukkan minat untuk menerbitkan obligasi daerah untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan aturan penerbitan obligasi daerah tersebut telah memiliki dasar hukum. Namun, ia tak dapat menyebut Pemda yang dimaksud.

"Pemda yang akan mengeluarkan belum ada, tapi yang menyatakan ketertarikannya dan terlihat serius dengan berkonsultasi terus dengan kita. Ada dua daerah," kata Nurhaida di Jakarta, Senin (5/5/2014).

Nurhaida mengatakan, ada baiknya bila Pemda mempertimbangkan pemanfaatan instrumen pasar modal dalam bentuk obligasi tersebut. Ia memberi contoh, Pemda dapat menerbitkan obligasi untuk membiayai proyek infrastruktur, sebut saja misal proyek jalan tol.

"Pada dasarnya, jika ada proyek di daerah yang feasible, sumber pendanaan bisa dilaksanakan dengan menerbitkan obligasi daerah. Nantinya return atau hasil dari proyek akan digunakan untuk pembayaran kupon atau obligasi pada jatuh tempo," ujar dia.

Seusai undang-undang dan peraturan OJK, lanjut Nurhaida, pada dasarnya setiap daerah dapat menerbitkan obligasi. Syaratnya, Pemda harus memenuhi ketentuan. Sebut saja feasibility studies (FS) atas proyek dan pendapatan daerah tersebut.

Meskipun demikian, Nurhaida mengungkapkan saat ini belum ada Pemda yang menerbitkan obligasi lantaran masih terdapat beberapa isu yang belum dirampungkan. Ia menyebut penentuan profesional yang akan mengisi prospektus.

Di samping itu, ada pula ketentuan dari sisi auditor dan kewajiban sebagai anggota di pasar modal. "Peraturannya sudah lama, tapi sampai sekarang tidak ada yang menerbitkan. Ini memang harus kita dorong," ucap Nurhaida. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

br />

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×