Reporter: Choirun Nisa | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyampaikan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 di hadapan anggota dewan beberapa waktu lalu. Fraksi-fraksi DPR pun telah menyampaikan pandangannya.
Selanjutnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana untuk membahas pendorong ekonomi tahun depan. "Kalau fiskal kan sudah dijelaskan presiden. Nanti kita lihat apakah dengan defisit yang 2,19%, dengan postur penerimaan, apakah nanti ada insentif, apa akan ada belanja negara yang perlu ditekan atau dikurangi. Ini akan dibahas dengan dewan dalam dua bulan lagi," ujar Sri Mulyani pada Kamis (24/8) di DPR RI.
Dalam paparan RAPBN 2018, pemerintah menyampaikan, tidak ada kenaikan administered price. Menurut Sri Mulyani, hal ini berarti akan menurunkan inflasi atau ekspektasi inflasi dan dengan kombinasi dua itu.
Ia berharap optimisme mulai muncul pada kuartal II 2018, baik karena belanja negara yang meningkat, disbursement naik, atau pun penyerapan yang meningkat. "Jadi, uang akan muncul dan bergulir di masyarakat," tutur Sri Mulyani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













