kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.893
  • SUN90,98 -0,39%
  • EMAS612.058 0,33%

Dua alasan BI naikkan suku bunga acuan bulan ini

Kamis, 17 Mei 2018 / 20:14 WIB

Dua alasan BI naikkan suku bunga acuan bulan ini
ILUSTRASI. Gedung Bank Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan bunga acuannya sebesar 25 basis points (bps) dari level sebelumnya sebesar 4,25%. Dengan demikian, bunga acuan BI (BI 7-day reverse repo rate) menjadi 4,5%. Ada dua alasan kenapa BI menaikkan suku bunga acuan bulan ini.

Pertama, Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, keputusan ini dilakukan BI untuk menjaga stabilitas perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian yang cukup tinggi di pasar keuangan dunia, termasuk adanya rebalancing likuiditas dunia.


Menurutnya, kondisi ekonomi global semakin kuat dan diperkirakan tumbuh 3,9% di tahun ini, naik dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 3,8%. Penguatan tersebut salah satunya ditopang oleh perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Dengan demikian, suku bunga acuan The Fed akan mengalami kenaikan sebanyak tiga hingga empat kali di tahun ini dan dilanjutkan dengan kenaikan sebanyak dua atau tiga kali di tahun depan. Hal ini menjadi faktor utama yang diperhatikan BI dalam melakukan penyesuaian suku bunga acuannya.

Kenaikan bunga acuan The Fed yang teratur tersebut, lanjut Agus, membuat negara-negara maju juga melakukan normalisasi kebijakan moneternya. Dengan demikian, era bunga yang tinggi mulai terealisasi secara bertahap.

Kedua, BI juga memerhatikan peningkatan defisit fiskal AS yang diperkirakan mencapai 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini dan 5% dari PDB di tahun depan. Peningkatan defisit fiskal itu akan berpotensi meningkatkan kebutuhan pembiayaan sehingga US Treasury yang diterbitkan akan lebih besar.

"Dan berdampak pada yield US Treasury yang cenderung meningkat. Kami amati sejak akhir April, yield US Treasury mendekati 3%, melebihi 3%, turun, dan kembali sekarang di atas 3%," ujar dia.

Hal tersebut berdampak pada adanya aliran dana dari negara berkembang termasuk Indonesia yang mengarah ke AS. Sehingga, menimbulkan penguatan dollar AS dan adanya risiko depresiasi mata yang negara negara di dunia, termasuk Indonesia.

"BI ingin yakini adanya depresiasi ataupun ekspektasi depresiasi yang dapat menimbulkan risiko ke inflasi. Kami juga tak ingin depresiasi berdampak ke inflasi dan kembali ke depresiasi. Maka kami merespons dengan bauran kebijakan ini dan kami yakini bauran kebijakan ini akan menjaga stabilitas makro ekonomi Indonesia," tambahnya.

 


Reporter: Adinda Ade Mustami
Editor: Sofyan Hidayat

7DRR

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0617 || diagnostic_web = 0.2731

Close [X]
×