kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

DPR minta Kemenakertrans serius sukseskan program transmigrasi


Senin, 26 September 2011 / 15:34 WIB
DPR minta Kemenakertrans serius sukseskan program transmigrasi
ILUSTRASI. Promo mobil baru, uang muka Peugeot hanya Rp 13 juta./pho KONTAn/Carolus Agus Waluyo/22/11/2019.


Reporter: Eka Saputra | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi hari ini (26/9), DPR mendesak jajaran Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) meningkatkan kualitas program transmigrasi.

Politisi Partai Golkar, Hernani Hurustiati, mengingatkan, besaran anggaran Kemenakertrans untuk 2012 yang mencapai Rp. 4,1 triliun harus dimaksimalkan agar potensi daerah di sektor-sektor usaha yang bisa menyerap tenaga kerja di sektor non industri bisa tergali secara optimal.

Pada 2012 tersedia dana sekitar Rp 752 miliar untuk penyiapan lahan dan permukiman transmigrasi. Kemenakertrans diminta memanfaatkan dana itu terutama untuk meningkatkan kualitas kehidupan transmigran, dan bukan sekadar menambah kuantitas wilayah transmigrasi.

"Bila transmigrasi berjalan lancar, diharapkan jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri akan berkurang karena lebih memilih program transmigrasi," ujarnya.

Perhatikan nasib TKI

Selain itu, Anita Jacoba Gah, dari fraksi Partai Demokrat, meminta Kemenakertrans lebih memperhatikan nasib tenaga-tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja. “Misalnya saja PT. Semen Kupang yang tiba-tiba ditutup, sejak 2009 sampai detik ini karyawannya dihentikan tanpa status yang jelas tanpa dana pesangon dan tanpa dana pensiun,” tandasnya.

Padahal, perusahaan tersebut sudah mendapatkan suntikan dana rakyat sekitar Rp 400 miliar yang diberikan dalam dua tahap. Tapi, saat perusahaan kembali berjalan, mereka malah merekrut karyawan baru sementara karyawan lama diberhentikan begitu saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×